Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadlineNasional

Ambon Masuk 10 Besar Evaluasi Smart City Nasional, Raih Nilai 3,6

6
×

Ambon Masuk 10 Besar Evaluasi Smart City Nasional, Raih Nilai 3,6

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyambut baik capaian nilai akhir 3,6 dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital yang digalakkan Pemerintah Kota Ambon terus berjalan pada jalur yang tepat dan membuahkan hasil nyata.

Kehadiran Ambon dalam jajaran 10 ibu kota provinsi yang dievaluasi secara nasional menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik berbasis teknologi.

“Puji Tuhan, hasil evaluasi ini membuktikan langkah Pemkot Ambon membangun tata kelola pemerintahan digital sudah berjalan baik. Angka ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan bahwa arah pembangunan kota kita sudah benar,” ujar Bodewin di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).

Penilaian yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital mengukur kinerja berdasarkan enam dimensi utama: Smart Governance, Smart Economy, SmartLiving, Smart Society, Smart Environment, dan SmartBranding. Dari pengukuran tersebut, Ambon mencatatkan rincian nilai: Kondisi Awal 3,8, Keluaran 3,18, Hasil 3,33, Dampak 3,94, Keberhasilan Cepat 4, serta Teknologi Baru 4, yang menyusun nilai akhir 3,6. Angka ini bahkan berada di atas capaian Balikpapan (3,59) dan Batam (3,5).

“Keberhasilan ini adalah buah kerja keras seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Terima kasih atas kontribusinya dalam mewujudkan Ambon yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan warga,” tambahnya.

Asesor mencatat fondasi kuat yang dimiliki Ambon, antara lain status sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO yang didukung Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029. Berbagai terobosan seperti Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan, layanan darurat 112, hingga program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) dinilai sukses memperkuat partisipasi masyarakat.

Kemajuan juga terlihat dari indikator sosial ekonomi: angka kemiskinan turun menjadi 4,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia mencapai 82,84 (kategori sangat tinggi), dan angka stunting hanya 1,6 persen. Layanan kesehatan kini terhubung dengan sistem SATUSEHAT, sementara pengelolaan lingkungan mulai beralih ke sistem yang lebih berkelanjutan.

Meski demikian, Bodewin mengakui masih ada ruang perbaikan. Catatan tim asesor akan menjadi bahan pembenahan, meliputi pengelolaan sampah, tata kelola keuangan daerah, integrasi sistem digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami akan segera mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon, agar seluruh layanan saling terhubung dan kebijakan yang diambil semakin akurat. Penerapan kecerdasan buatan juga akan kami perluas ke sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga penanggulangan bencana,” tegasnya.

Pemkot juga berencana memperkuat kapasitas SDM lewat kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura. “Kami yakin, berkat kolaborasi semua pihak, Ambon akan tumbuh menjadi kota cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Bodewin.

Perlu diketahui, hasil evaluasi ini tertuang dalam Surat Kemkomdigi Nomor B-121/DJTPD/AI.01.02/05/2026, dan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Perkotaan dengan Pendekatan Kota Cerdas. Penilaian dilakukan terhadap 10 ibu kota provinsi, yaitu Ambon, Bandung, Batam, Jambi, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Denpasar, dan Mataram, dengan mencakup 116 indikator penilaian.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *