Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadline

Atasi Sampah Plastik, Pemkot Ambon Luncurkan Program Inovasi Berbasis Masyarakat

8
×

Atasi Sampah Plastik, Pemkot Ambon Luncurkan Program Inovasi Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Pemerintah Kota Ambon resmi memulai program kolaboratif bertajuk “Advancing an Equitable and Just Energy Transition in Ambon through Community-Based Waste Innovation and Inclusive Education”. Peluncurannya ditandai dengan kegiatan Kick-off Meeting dan rapat koordinasi pemangku kepentingan yang digelar Rabu (17/6/2026) di Ruang Rapat Vlissingen Balai Kota Ambon.

 

Program ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor dan internasional yang melibatkan Universitas Katolik Soegijapranata, Macquarie University Australia, Politeknik Negeri Ambon, Institut Tifa Damai Maluku, organisasi masyarakat, serta komunitas lokal. Fokus utamanya adalah mengembangkan cara baru mengelola sampah plastik, meningkatkan pendidikan lingkungan, sekaligus mendukung transisi energi yang adil bagi warga.

 

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Ia mengakui pengelolaan sampah menjadi tantangan besar bagi kota ini. Berdasarkan data KLHK, Ambon masih masuk kategori “daerah dalam pembinaan” di bidang persampahan.

 

“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Menampung dan membuang sampah ke TPA hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya. Solusinya harus dimulai dari hulu, yaitu mengolah sampah sejak dari sumbernya,” tegasnya.

 

Menurut Bodewin, volume sampah di Ambon mencapai sekitar 250 ton per hari. Jika hanya mengandalkan cara konvensional, biayanya sangat besar dan hasilnya kurang maksimal. Oleh karena itu, Pemkot berencana menerapkan teknologi baru seperti Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan seperti briket.

 

Ia juga melihat adanya perubahan positif: warga kini semakin peduli dan banyak komunitas yang aktif mengelola lingkungannya sendiri. Potensi lokal ini ingin dikembangkan lebih lanjut, termasuk melibatkan Politeknik Negeri Ambon untuk menciptakan peralatan pengolahan sampah yang bisa dipasang langsung di permukiman warga.

 

Lewat penelitian ini, diharapkan tercipta panduan lengkap yang memetakan akar masalah sampah di Ambon serta memberikan solusi jangka panjang yang mudah diterapkan. Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal untuk menyamakan visi dan memastikan program berjalan seiring dengan kebutuhan pembangunan daerah.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *