AMBON, MM. – Aktivitas transportasi udara dan laut di Provinsi Maluku pada awal tahun 2026 menunjukkan tren penurunan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat jumlah pesawat yang datang pada Januari 2026 sebanyak 763 unit, turun 8,40 persen dibandingkan Desember 2025.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Maluku saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di ruang rapat BPS Maluku, pekan lalu.
Selain transportasi udara, aktivitas kapal juga mengalami penurunan. Jumlah kunjungan kapal pada Januari 2026 tercatat sebanyak 995 kapal atau turun 1,68 persen dibandingkan Desember 2025.
Penurunan juga terlihat pada jumlah penumpang angkutan udara domestik. Pada Januari 2026, penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 38.886 orang, turun 12,15 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 44.263 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang pada Januari 2026 tercatat sebanyak 41.906 orang, turun signifikan sebesar 23,35 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 54.669 orang.
Di sektor transportasi laut, pergerakan penumpang menunjukkan tren yang bervariasi. Pada Pelabuhan Utama Yos Sudarso Ambon, jumlah penumpang yang berangkat pada Januari 2026 tercatat sebanyak 55.986 orang atau naik sekitar 12,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 49.722 orang.
Namun, pada tujuh pelabuhan pengumpul di Maluku, jumlah penumpang yang berangkat justru mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 52.565 orang pada Januari 2026, atau turun sekitar 20,67 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 66.262 orang. Sementara itu, aktivitas pengangkutan barang juga mengalami penurunan.
Jumlah barang dan bagasi yang dimuat melalui angkutan udara pada Januari 2026 tercatat sebanyak 593,40 ton, turun 12,74 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 680,04 ton.
Pada sektor angkutan laut, jumlah barang yang dimuat tercatat sebanyak 92,54 ribu ton pada Januari 2026, turun sekitar 36,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 145,90 ribu ton.
Sedangkan jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut pada Januari 2026 tercatat sebanyak 167,47 ribu ton atau turun sekitar 20,59 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 210,89 ribu ton.
Penurunan aktivitas transportasi ini dinilai sebagai bagian dari dinamika awal tahun setelah tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi barang pada periode akhir tahun sebelumnya. (MM-3)
















