AMBON, MM. – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku berencana menggagas pembentukan Orkestra Maluku yang melibatkan generasi muda sebagai upaya mengembangkan bakat seni musik sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik.
Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027 melalui kerja sama dengan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dan para pegiat musik di Maluku. Gagasan ini nantinya akan dikembangkan melalui Taman Budaya Provinsi Maluku sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan talenta musik anak-anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., mengatakan, keberadaan orkestra sangat penting untuk memperkenalkan generasi muda dengan beragam alat musik sekaligus melahirkan kelompok pemain musik yang memiliki kemampuan dan kualitas.
“Beta melihat orkestra itu penting, sebab Ambon sudah dinobatkan sebagai Kota Musik. Karena itu, generasi muda harus diperkenalkan dengan alat-alat musik,” ujar Singerin.
Menurutnya, pembentukan orkestra bukan sekadar menghadirkan kelompok musik, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mengarahkan anak-anak pada kegiatan positif dan produktif. Melalui kegiatan bermusik, anak-anak diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap gadget, permainan digital, serta berbagai kebiasaan yang berpotensi berdampak pada perkembangan mental generasi muda.
Ia menegaskan, orkestra merupakan bagian dari harga diri masyarakat Maluku. Karena itu, Dikbud Maluku melalui perencanaan strategis berupaya mewujudkan Orkestra Maluku yang melibatkan anak-anak dan generasi muda, dengan Taman Budaya Provinsi Maluku sebagai penggagas dan pusat pengembangannya.
Singerin berharap, ke depan Taman Budaya Maluku dapat menjadi rumah belajar bagi anak-anak yang memiliki bakat dan minat di bidang musik. Dengan demikian, mereka mempunyai tempat untuk belajar, berlatih, mengembangkan kemampuan, hingga tampil dalam sebuah kelompok orkestra.
“Kalau di sini belum ada, kita masih kehilangan tempat untuk belajar. Karena itu, orkestra mesti diadakan. Paling tidak di Taman Budaya Maluku ini ada rumah belajar bagi semua anak yang memiliki bakat musik,” katanya.
Untuk mendukung rencana tersebut, Singerin juga menilai perlu dilakukan pembenahan fasilitas Taman Budaya, termasuk renovasi sejumlah bagian gedung atau mess yang mengalami kerusakan agar dapat dimanfaatkan untuk menampung dan melatih anak-anak berbakat musik.
Ia berharap, rencana pembentukan Orkestra Maluku tidak mengalami hambatan sehingga pada tahun 2027 kelompok orkestra tersebut sudah dapat tampil, baik dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) maupun Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
” Mudah-mudahan ini tidak ada hambatan dan tahun 2027, dalam HUT Hardiknas atau HUT RI, orkestranya sudah harus tampil,” tandasnya.(MM-3)















