Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

HIM dan BLK 2026 di Ambon: Gubernur Dorong Budaya Menabung, Waspadai Jebakan Keuangan Digital

4
×

HIM dan BLK 2026 di Ambon: Gubernur Dorong Budaya Menabung, Waspadai Jebakan Keuangan Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, ditengah semakin masifnya perkembangan transaksi dan layanan keuangan berbasis digital. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saatmembuka secara resmi kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK)Nasional 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Maluku di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, kemarin.

 

Kegiatan tersebut mengusung  tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” dan dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, jajaran OJK, Bank Indonesia, pimpinan perbankan, organisasi perangkat daerah terkait, tokoh agama, sertaribuan pelajar dan guru dari berbagai sekolah di Kota Ambon.

 

Dalam sambutannya, Lewerissa memberikan apresiasi kepada OJK yang dinilai konsisten mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Menurutnya, literasi keuangan tidak boleh dipandang sekadar kemampuan menyimpan atau menggunakan uang, tetapi harus menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi secara cerdas dan bertanggung jawab.”Pemerintah Provinsi Maluku terus menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di Bumi RajaRaja,” ujar Lewerissa.

 

Maluku Ukir Prestasi Nasional Gubernur juga menyoroti kontribusi industri perbankan dalam membangun budaya menabungdi kalangan pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).Ia menyebut implementasi program tersebut di Maluku telah menghasilkan capaian yang membanggakan di tingkat nasional.”Pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tingkat Nasional di Bekasi akhir Agustus lalu,Provinsi Maluku dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Ini bukti nyata komitmen kita bersama,” kata Lewerissa.

 

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sematamata prestasi pemerintah daerah,melainkan hasil kolaborasi antara pemerintah, OJK, perbankan, sekolah, guru, orang tua,serta para pelajar.Pemprov Maluku, kata dia,akan terus mendorong agar budaya menabung tidak berhenti pada pencapaian administrative berupa kepemilikan rekening, tetapi benarbenar menjadi kebiasaan finansial yang melekat dalam kehidupan generasi muda.

 

Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Ambon yang berhasil meraih penghargaan nasional melalui inovasi modul ajar literasi keuanganyang diintegrasikan dalam matapelajaran IPS SMP/MTs. Selain itu, Bank Modern Express turut memperoleh penghargaan sebagai BPR terbaik dalam implementasi program KEJAR di wilayah Indonesia Timur.Gubernur Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Penipuan Digital di hadapan ribuan pelajar, Lewerissa memberikan pesan khusus agar generasi muda mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini.

 

Menurutnya, kemampuan menabung harus berjalan seiring dengan kemampuan membedakan produk keuangan yanglegal dan ilegal. Peringatan tersebut menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi finansial juga membuka ruang bagi berbagai bentuk kejahatan digital yang menyasar masyarakat, termasuk generasi muda.”Generasi muda harus ekstra waspada terhadap pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online, dan berbagai modus penipuan digital. Jangan pernah membagikan data pribadi, PIN, maupun kodeOTP kepada siapa pun, dan  pastikan selalu menggunakan produk keuangan yang legaldan diawasi OJK,” tegasnya.

 

Lewerissa menilai, tantangan literasi keuangan saat ini bukan lagi sekadar bagaimana mendorong masyarakat membuka rekening dan menabung,tetapi bagaimana memastikan masyarakat mampu melindungi aset dan data pribadi dari berbagai bentuk kejahatan finansial. Karena itu, ia mendorong sinergi pemerintah, OJK, perbankan, dunia pendidikan dan masyarakat untuk memperluas edukasi keuangan secara berkelanjutan. Jangan Sekadar Punya Rekening Momentum HIM dan BLKNasional 2026 di Ambon diharapkan menjadi titik penguatan edukasi keuangan yang lebih konkret.

 

Pelajar tidak cukup hanya memiliki rekening, tetapi harus memahami cara menggunakannya, menyusun prioritas kebutuhan, menghindari utang konsumtif, serta mengenali risiko transaksi digital. Bagi pemerintah daerah,budaya menabung merupakaninvestasi sosial jangka panjang. Generasi yang sejak dini terbiasa mengelola uang secara disiplin diharapkan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi.

 

Dengan demikian, keberhasilan program literasi keuangan tidak hanya diukur dari berapa banyak rekening pelajar yang dibuka, tetapi dari seberapa jauh pengetahuan tersebut mengubah perilaku dan melindungi masyarakat dari keputusan finansial yang merugikan.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *