AMBON, MM. – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena melontarkan target besar, tahun depan cetak rekor MURI bahkan rekor dunia lewat pertunjukan jukulele terbanyak, sekaligus memerintahkan kurikulum musik segera berjalan kembali di SD dan SMP.
Teguran kuat ini disampaikan saat penutupan Final Lomba Jukulele 2026 di Pattimura Park, pada hari se Senin (31/8), sebagai bukti nyata status Ambon sebagai Kota Musik Dunia UNESCO.
“Tahun depan beta ingin katong buktikan: gelar ‘Jukulele untuk Semua, Ambon for the World’ bukan sekadar tema. Catat semua pemain jukulele di kota ini, kita siapkan panggung bersama untuk memecahkan rekor jumlah pemain terbanyak,” tegas Bodewin.
Ia meminta Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan seluruh pemangku kepentingan segera menyusun data serta persiapan matang, agar ambisi besar ini terwujud tepat waktu.
Selain target rekor, Wali Kota memberi batas waktu satu bulan untuk membenahi kendala: kurikulum musik harus kembali berjalan penuh di seluruh jenjang SD dan SMP. Langkah ini menjadi pondasi melahirkan musisi handal hingga ke panggung internasional, sekaligus persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Bagi Bodewin, jukulele adalah identitas sekaligus perekat persaudaraan. Kompetisi hari ini mengajarkan harmoni, kerja sama dan sportivitas—bekal utama jika ingin nama Ambon benar-benar dikenal dunia.(MM10)















