AMBON,MM. — SMA Negeri 4 Ambon memastikan langkahnya ke babak final lomba paduan suara tingkat SMA se-Provinsi Maluku. Tiket final diraih setelah tim paduan suara sekolah tersebut lolos dari tahapan semifinal melalui proses penilaian dewan juri.
Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, mengatakan kompetisi tahun ini diikuti sekolah-sekolah dari berbagai kabupaten/kota di Maluku. Dari seluruh peserta yang mengikuti tahapan semifinal, dewan juri menetapkan 10 sekolah sebagai finalis.
“Dari hasil seleksi dewan juri tingkat provinsi terdapat 10 sekolah yang lolos ke final. Beberapa di antaranya berasal dari kabupaten dan beberapa SMA di Kota Ambon,” kata Tentua kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).
Berbeda dengan semifinal yang dilakukan melalui rekaman video, babak final akan digelar secara langsung atau live. Para finalis akan tampil di hadapan dewan juri dan penonton di Teater Taman Budaya Provinsi Maluku, Karang Panjang, Ambon.
Final dijadwalkan berlangsung pada 4 atau 5 September 2026, setelah rangkaian peringatan HUT Kota Ambon.
Latihan Intensif, Target Bukan Sekadar Final
Lolos ke final tidak membuat SMA Negeri 4 Ambon mengendurkan persiapan. Sebaliknya, sekolah langsung meningkatkan intensitas latihan untuk memastikan tim mampu memberikan penampilan maksimal di panggung final.
Tentua mengatakan, latihan kini dilakukan secara intensif dengan melibatkan guru-guru pendamping dari lingkungan sekolah.
“Proses persiapan sedang dilakukan. Karena ini sudah sampai babak final, anak-anak mulai melakukan latihan intensif bersama guru pendamping,” ujarnya.
Menariknya, sekolah tidak menggunakan pelatih dari luar. Pembinaan sepenuhnya dipercayakan kepada guru-guru seni yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.
Tiga guru pendamping dilibatkan dalam persiapan tim. Pembagian tugas dilakukan secara spesifik, mulai dari pelatihan vokal, penampilan hingga kostum.
Sistem tersebut dinilai penting karena paduan suara bukan hanya persoalan kemampuan menyanyi. Harmonisasi suara, teknik vokal, ekspresi, kekompakan, koreografi atau penampilan panggung, hingga keserasian kostum menjadi bagian yang dapat menentukan kualitas penampilan sebuah tim.
Peserta Disaring dari Kelas 10 hingga 12
Tim paduan suara SMA Negeri 4 Ambon dibentuk melalui proses seleksi internal.
Pesertanya berasal dari seluruh jenjang kelas, yakni kelas X, XI dan XII. Sekolah terlebih dahulu melakukan penjaringan untuk menemukan siswa yang memiliki kemampuan vokal dan potensi dalam paduan suara.
Setelah melalui proses seleksi, siswa-siswa terbaik kemudian digabungkan menjadi satu tim yang mewakili SMA Negeri 4 Ambon dalam kompetisi tingkat provinsi.
“Pesertanya direkrut dari semua kelas, mulai dari kelas 10, 11 dan 12. Dilakukan seleksi terlebih dahulu di dalam sekolah, kemudian setelah diperoleh bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan menyanyi dalam paduan suara, barulah dibentuk satu tim,” jelas Tentua.
Proses pembinaan tersebut kini memasuki tahap penting. Setelah berhasil melewati semifinal, tim harus menghadapi persaingan yang lebih ketat di babak final.
Di tengah persiapan menghadapi kompetisi, sekolah tetap memastikan kegiatan latihan tidak mengganggu kewajiban utama siswa sebagai peserta didik.
Latihan dilaksanakan setelah jam sekolah berakhir.
“Setelah pulang sekolah baru mereka latihan. Setiap hari latihannya di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah,” kata Tentua.
Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prestasi nonakademik tetap ditempatkan dalam keseimbangan dengan pendidikan formal.
Para siswa tidak hanya dituntut tampil maksimal di atas panggung, tetapi juga menjaga kondisi fisik, kesehatan dan konsentrasi menjelang kompetisi.
Reputasi Seni SMA 4 Dipertaruhkan
Tentua menyebut SMA Negeri 4 Ambon memiliki reputasi panjang dalam bidang seni. Karena itu, keikutsertaan dalam lomba paduan suara tingkat Provinsi Maluku tidak sekadar dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Ada nama dan reputasi sekolah yang ikut dipertaruhkan.
“Kita berupaya untuk kali ini mereka harus tampil maksimal. SMA 4 ini kalau di bidang seni sudah terkenal sampai ke tingkat nasional,” katanya.
Namun, bagi sekolah, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Tentua menekankan pentingnya proses, disiplin dan keberanian siswa untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki.
“Prestasi kemenangan itu bonus. Moto kita dari dulu, kalau tampil harus maksimal,” ujarnya.
Meski demikian, target juara tetap menjadi motivasi kuat bagi tim SMA Negeri 4 Ambon.
Sekolah berharap seluruh potensi siswa dapat dimaksimalkan sehingga mereka mampu tampil optimal ketika berhadapan langsung dengan sembilan finalis lainnya.
Dengan waktu menuju final yang semakin dekat, persiapan tidak hanya difokuskan pada kualitas vokal dan penampilan. Kondisi fisik peserta juga menjadi perhatian sekolah.
Para siswa diminta menjaga kesehatan dan kebugaran agar dapat tampil dalam kondisi terbaik saat hari perlombaan.
“Anak-anak harus mempersiapkan diri, fisik dan kesehatan. Jangan sampai pada waktunya ada yang jatuh sakit,” kata Tentua.
Sekolah pun memberikan perhatian terhadap seluruh proses persiapan tim, mulai dari latihan hingga kesiapan tampil di panggung.
Babak final nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi sepuluh sekolah yang berhasil lolos dari tahapan seleksi. Jika semifinal menjadi ruang untuk menunjukkan kualitas melalui rekaman, final akan menguji kemampuan peserta secara langsung di atas panggung.
Bagi SMA Negeri 4 Ambon, panggung Teater Taman Budaya bukan hanya tempat untuk bernyanyi. Di sana, kerja keras para siswa, guru pendamping dan sekolah selama masa persiapan akan diuji. Targetnya jelas: tampil maksimal, menjaga nama baik sekolah dan membawa pulang prestasi.
“Tetap kuat dan berprestasi,” menjadi moto yang terus dipegang SMA Negeri 4 Ambon dalam menghadapi kompetisi tersebut.(MM-3)















