Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadlineInternasional

Nada Kecil, Misi Besar Ambon: Jukulele SirimauDibangkitkan Menjaga Takhta Kota Musik UNESCO

2
×

Nada Kecil, Misi Besar Ambon: Jukulele SirimauDibangkitkan Menjaga Takhta Kota Musik UNESCO

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Di tengah arus modernisasi yang terus mengubah wajah generasi muda, Kecamatan Sirimau memilih satu cara berbeda untuk menjaga identitas Ambon sebagai  Kota Musik Dunia UNESCO: menghidupkan kembali suara khas jukulele dari tangan anak-anak muda.

Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau resmi diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-451 Kota Ambon dan Kemerdekaan RI ke-81. Ajang yang memperebutkan Piala Wali Kota Ambon tersebut bukan hanya menjadi panggung kompetisi musik, tetapi juga menjadi upaya mempertahankan warisan budaya yang melekat pada identitas masyarakat Ambon.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, dengan melibatkan kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kecamatan Sirimau bersama Ambon Office of Music.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, perwakilan manajemen PT PLN Wilayah Maluku, Camat Sirimau, jajaran PKK Kecamatan, para lurah, serta perwakilan dunia pendidikan.

Sebanyak 7 kelompok peserta tampil dalam festival tersebut. Masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 20 anak usia 10 hingga 16 tahun yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan MTs se-Kecamatan Sirimau.

Camat Sirimau Aulia Wailaulu menegaskan festival tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai perlombaan mencari juara.

Menurutnya, jukulele merupakan bagian dari identitas budaya Ambon yang harus terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Jukulele adalah instrumen kebanggaan tanah Ambon. Kita wajib merawatnya, mengembangkannya, hingga kelak tumbuh menjadi fondasi industri musik lokal yang kuat tanpa melupakan akar budaya asli kita,” ujarnya.

Festival ini menjadi salah satu ruang untuk menemukan talenta baru sekaligus memastikan musik tradisional tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer.

Menjaga Gelar City Of Music UNESCO

Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta mengingatkan bahwa status Ambon sebagai Kota Musik UNESCO sejak 2019bukan sekadar penghargaan simbolis.

Menurutnya, predikat tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Predikat ini bukan sekadar plakat penghargaan, melainkan amanah kolektif. Musik bagi warga Maluku bukan sekadar hiburan, tetapi napas budaya, bahasa persaudaraan, dan perekat yang menyatukan segala perbedaan,” kata Ely.

Ia menilai festival jukulele menjadi langkah konkret untuk memastikan warisan musik Ambon tidak berhenti sebagai sejarah, tetapi terus berkembang melalui generasi baru.

Dari Panggung Lomba Menuju Industri Musik

Sirimau sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan Kota Ambon dinilai memiliki peran strategis dalam mengembangkan ekosistem musik lokal.

Ely menyebut festival tersebut memiliki tiga tujuan utama.Pertama, meningkatkan kreativitas musik lokal agar mampu berkembang lebih luas. Kedua, memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan kemampuan dan karya terbaik. Ketiga, menjadikan jukulele sebagai media pemersatu masyarakat melalui nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Festival ini bukan hanya mencari pemenang. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak Ambon memiliki ruang untuk mencintai dan mengembangkan musik daerahnya sendiri,” ujarnya.

Di balik semarak festival, terdapat tantangan besar: bagaimana memastikan jukulele tetap diminati generasi muda di tengah dominasi musik digital dan budaya global.

Pengembangan musik tradisional membutuhkan lebih dari sekadar festival tahunan. Dibutuhkan pembinaan berkelanjutan, pendidikan musik sejak usia dini, serta ruang kreatif bagi para musisi muda.

Jukulele kini bukan hanya simbol masa lalu, tetapi menjadi bagian dari masa depan identitas Ambon.

Melalui Festival Jukulele Sirimau, pemerintah berharap suara alat musik sederhana tersebut tetap terdengar kuat sebagai penanda bahwa Ambon bukan hanya memiliki gelar City ofMusic, tetapi juga memiliki generasi yang siap menjaga warisan musiknya.(MM-10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *