AMBON, MM. – Memasuki usia satu tahun, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar memperkuat kesiapsiagaan internal, tetapi juga memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi maritim dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.
Penegasan tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-1 Kodaeral Tahun 2026 yang mengusung tema “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju.”
Peringatan dilaksanakan secara terpusat di Kota Makassar dan dibuka Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, Senin (10/7/2026).
Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., didampingi Ketua Daerah Kodaeral IX GJKRl Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, turut mengikuti kegiatan bersama Pangkoarmada I hingga III, para Komandan Kodaeral I hingga XIV, Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam Hasanuddin, Kapolda Sulsel serta undangan lainnya.
Sementara di Ambon, Wakil Komandan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi memimpin kegiatan dari Gedung Manggala Loka Mako Kodaeral IX, Halong.
Kegiatan tersebut diikuti para pejabat utama, para kepala satuan kerja, perwira, bintara, tamtama, PNS dan JalasenastriKodaeral IX melalui konferensi video yang terhubung dengan kegiatan terpusat di Makassar.
Satu Tahun Bukan Sekadar Perayaan
Peringatan satu tahun Kodaeral tidak hanya dimaknai sebagai seremoni organisasi. Momentum tersebut menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan tugas sekaligus penegasan mengenai tantangan yang harus dihadapi Kodaeral memasuki tahun kedua.
Pangkoarmada RI menegaskan, usia satu tahun harus menjadi refleksi atas seluruh pelaksanaan tugas dan pengabdian yang telah dilakukan.
Menurutnya, Kodaeral dituntut terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional, profesionalisme personel serta kemampuan melaksanakan tugas pertahanan matra laut di wilayah masing-masing.
“Lebih dari sekadar peringatan, HUT ini merupakan momentum satu tahun berdirinya Kodaeral menjadi refleksi terhadap pelaksanaan tugas dan pengabdian yang telah dilaksanakan,” ujar Denih Hendrata.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan HUT pertama sebagai titik evaluasi.
Artinya, keberhasilan Kodaeral tidak hanya diukur dari usia organisasi, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu menjawab tantangan keamanan dan pertahanan di wilayah kerja masing-masing.
Keamanan Laut Jadi Tantangan Utama
Sebagai negara kepulauan, wilayah laut Indonesia memiliki posisi strategis sekaligus menghadapi berbagai tantangan.
Keamanan perairan, aktivitas pelayaran, penegakan hukum, pengawasan wilayah laut dan pemanfaatan sumber daya maritim membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Dalam konteks itulah keberadaan Kodaeral di berbagai wilayah menjadi penting.
Pangkoarmada RI menekankan perlunya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi maritim serta seluruh elemen masyarakat.
Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan laut sekaligus mendukung penegakan hukum di wilayah perairan.
Tidak kalah penting, potensi maritim juga harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Pesan yang dibawa dalam HUT pertama Kodaeral tidak berhenti pada aspek pertahanan.
Tema “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju” menegaskan bahwa keberadaan organisasi juga diarahkan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Hal tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang dilaksanakan secara serentak di jajaran Kodaeral.
Kegiatan tersebut antara lain bakti sosial, bakti kesehatan, karya bakti, olahraga serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat hubungan antara prajurit TNI AL dengan masyarakat.
Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting karena keamanan wilayah maritim tidak dapat dibangun hanya melalui kekuatan aparat. Masyarakat yang hidup dan beraktivitas di wilayah pesisir maupun kepulauan merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan wilayah.
Maluku Punya Tantangan Maritim Tersendiri
Bagi Kodaeral IX, pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan karakter wilayah Maluku.
Sebagai provinsi kepulauan, aktivitas masyarakat Maluku sangat berkaitan dengan laut.
Transportasi antarpulau, perikanan, perdagangan, pelayaran dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung di ruang maritim.
Karena itu, penguatan keamanan laut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Kehadiran aparat di wilayah laut tidak hanya menyangkut aspek pertahanan, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan instansi terkait menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai persoalan di wilayah perairan dapat ditangani secara bersama.
Setelah satu tahun perjalanan, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar tidak berhenti pada kegiatan peringatan.
Kodaeral dituntut meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel sekaligus memastikan program pengabdian memiliki dampak nyata.
Pangkoarmada RI menegaskan semangat pengabdian prajurit Jalasena harus terus diperkuat dalam menjalankan amanah sebagai penjaga kedaulatan negara di laut.
Dengan semangat yang diusung dalam HUT pertama, Kodaeral berkomitmen meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta memberikan kontribusi terbaik bagi TNI AL, masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan demikian, memasuki tahun kedua, ukuran keberhasilan Kodaeral bukan lagi sekadar bertambahnya usia organisasi.
Ukuran sesungguhnya adalah seberapa kuat Kodaeral hadir menjaga keamanan laut, memperkuat penegakan hukum maritim, membangun sinergi dan memastikan keberadaan negara benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah kepulauan.(MM-3)
















