Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Di Misa Perdana Imam Baru, Gubernur Maluku Serukan Gereja Bentengi Generasi Muda

3
×

Di Misa Perdana Imam Baru, Gubernur Maluku Serukan Gereja Bentengi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak Gereja mengambil peran yang lebih besar dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda.

 

Pesan itu disampaikan saat menghadiri Perayaan Misa Pertama Imam Baru, Pastor Belly Yoakhim MSC, di kediaman Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai Gerindra, Saudah Tuankotta/Tethool, SH, di kawasan Gudang Arang, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (25/7/2026).

 

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga harus tampil sebagai benteng moral di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

 

Menurut Hendrik, saat ini generasi muda dihadapkan pada ancaman serius berupa maraknya praktik prostitusi, perjudian online, serta penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa. Karena itu, ia meminta para imam yang baru ditahbiskan untuk menjadikan pelayanan pastoral sebagai ruang pembinaan karakter, iman, dan moral umat.

 

“Para imam memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan Gereja sebagai pusat peradaban, tempat pembinaan iman sekaligus pembentukan akhlak Kristiani bagi generasi muda,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya membangun sinergi lintas agama dalam menjaga stabilitas sosial di Maluku yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan kehidupan masyarakat yang majemuk.

Ia berharap para imam mampu menjadi jembatan persaudaraan, memperkuat dialog antarumat beragama, serta ikut menjaga kedamaian, toleransi, dan ketertiban sosial di tengah masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hendrik juga mengingatkan bahwa tahbisan imamat merupakan panggilan ilahi yang mengandung konsekuensi pengabdian total kepada Tuhan dan sesama.

 

“Menjadi imam adalah penyerahan diri secara utuh untuk melayani Tuhan dan umat-Nya. Ini adalah panggilan suci yang patut kita syukuri bersama,” katanya.

 

Gubernur menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari keberhasilan membangun kualitas spiritual masyarakat. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Maluku terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemimpin agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

 

“Pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan rohani. Pemerintah membutuhkan dukungan para tokoh agama untuk membentuk masyarakat yang berkarakter, damai, dan berintegritas,” ujarnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Umum Keuskupan Amboina, RD Agus Arbol, mengatakan Misa Pertama Pastor Belly bukan sekadar penghormatan kepada seorang pribadi, melainkan perayaan atas kesetiaan Allah yang terus menghadirkan pelayan-pelayan-Nya bagi Gereja.

“Yang kita rayakan hari ini bukan hanya Pastor Belly, tetapi kesetiaan Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya di Keuskupan Amboina,” kata Agus.

 

Menurutnya, kehadiran Pastor Belly sebagai imam baru dari Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) menjadi tanda bahwa karya kasih Tuhan terus hidup dan menjangkau umat di berbagai pulau di Maluku.

 

Ia mengisahkan perjalanan panjang panggilan Pastor Belly yang berawal dari keluarga, kemudian ditempa melalui proses pembinaan yang panjang di Kongregasi MSC hingga akhirnya menerima tahbisan suci.

 

“Imamat tidak dibentuk dalam semalam. Tuhan memanggil, membimbing, dan menyempurnakan mereka yang bersedia menjawab panggilan-Nya,” jelasnya.

 

Agus juga menyoroti tantangan pelayanan Gereja di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi, modernisasi, serta meningkatnya individualisme di tengah masyarakat. Karena itu, ia berharap Pastor Belly mampu menjadi “oase kasih” yang menghadirkan kehangatan dan harapan bagi umat, terutama mereka yang hidup di wilayah-wilayah terpencil Keuskupan Amboina.

 

Sebagai refleksi spiritual, Agus turut menguraikan makna nama BELLY sebagai identitas pelayanan seorang imam MSC.

Huruf BE dimaknai sebagai Berbelas Kasih, mencerminkan kasih Hati Kudus Yesus yang terbuka bagi siapa pun. Sementara LL dimaknai sebagai Loyal dan Lembut, menggambarkan kesetiaan pada semangat misioner Ametur Ubique Terrarum Cor Jesu Sacratissimum atau “Semoga Hati Kudus Yesus dicintai di mana-mana.”

 

Ia berharap Pastor Belly tetap rendah hati, setia dalam pelayanan, dan siap diutus ke seluruh pelosok Keuskupan Amboina untuk melayani umat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun geografis.

 

Perayaan Misa Pertama tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar Pastor Belly, para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, umat Katolik, serta sejumlah pejabat daerah yang memberikan doa dan dukungan atas dimulainya karya pastoral imam baru tersebut.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *