Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaPendidikan

Siswa SD Pertiwi Ambon Jelajahi Kapal Perang dan Bunker Bersejarah

7
×

Siswa SD Pertiwi Ambon Jelajahi Kapal Perang dan Bunker Bersejarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Mengenal dunia kemaritiman tak cukup hanya melalui buku pelajaran. Sebanyak 86 siswa SD Pertiwi Ambon mendapat kesempatan belajar langsung di lingkungan TNI Angkatan Laut (TNI AL), mulai dari menjelajahi kapal patroli hingga menelusuri bunker bersejarah peninggalan masa Perang Dunia II di Ambon.

 

Kunjungan edukasi tersebut berlangsung di Dermaga Irian, Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Mako Kodaeral) IX, Halong, Kota Ambon, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pembelajaran Luar Kelas bertema “Memperkenalkan Angkatan Laut” untuk memperluas wawasan siswa mengenai kemaritiman, pertahanan laut, dan sejarah.

 

Didampingi guru serta perwakilan orang tua, para siswa mengunjungi Kapal Angkatan Laut (KAL) Alkura dan KAL Panana. Mereka diperkenalkan dengan fungsi kapal, kegiatan patroli, serta peran strategis TNI AL dalam menjaga keamanan perairan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Pengalaman semakin menarik ketika para siswa berkesempatan melihat langsung anjungan kapal, yang menjadi pusat kendali pelayaran dan navigasi. Di lokasi tersebut, mereka mendapat penjelasan mengenai tugas nakhoda dan awak kapal dalam mengendalikan pelayaran, menggunakan perangkat navigasi, serta memantau situasi di sekitar kapal.

 

Pembelajaran langsung ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan prajurit TNI AL yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku, televisi, atau cerita di ruang kelas.

 

Dari Kapal Patroli hingga Jejak Sejarah Perang Dunia II

 

Tak hanya mengenal teknologi dan operasional kapal, para siswa juga diajak mengunjungi bunker bersejarah di kawasan Mako Kodaeral IX.

Di lokasi tersebut, mereka mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Ambon pada masa Perang Dunia II, termasuk pendudukan Jepang dan keterlibatan Sekutu di wilayah Maluku.

 

Para siswa diperkenalkan dengan fungsi bunker sebagai bangunan perlindungan yang digunakan untuk melindungi personel dari ancaman serangan militer. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa Ambon tidak hanya memiliki kekayaan laut, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang penting untuk dipelajari generasi muda.

 

Perpaduan edukasi kemaritiman dan sejarah tersebut menjadikan kunjungan ini lebih dari sekadar kegiatan rekreasi sekolah. Para siswa diajak melihat, mendengar, dan memahami secara langsung objek pembelajaran yang selama ini hanya dapat dibayangkan melalui materi pelajaran.

Guru pendamping SD Pertiwi Ambon, Rosina Liklikwatil, S.Th., mengapresiasi Kodaeral IX yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan TNI AL.

“Terima kasih kepada Kodaeral IX yang telah memberikan izin kepada anak-anak kami untuk berkunjung dan mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan pembelajaran luar kelas ini kami programkan untuk memperluas wawasan serta membuka cakrawala berpikir siswa agar semakin berkembang dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” ungkapnya.

 

Menurut Rosina, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman berbeda karena siswa dapat melihat objek pembelajaran secara nyata, sehingga materi yang disampaikan lebih menarik dan mudah dipahami.

 

Menanamkan Cinta Laut dan Tanah Air Sejak Dini

 

Melalui kegiatan tersebut, Kodaeral IX menunjukkan dukungannya terhadap dunia pendidikan dengan menghadirkan pembelajaran kontekstual yang memadukan pengetahuan kemaritiman, pengenalan profesi, nilai kedisiplinan, dan wawasan sejarah.

 

Pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan TNI AL diharapkan mampu meningkatkan rasa ingin tahu, membangun semangat belajar, serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya laut bagi kehidupan dan masa depan Indonesia.

 

Lebih dari itu, pengenalan terhadap kapal patroli dan tugas prajurit TNI AL menjadi pintu masuk untuk menanamkan pemahaman mengenai tanggung jawab menjaga wilayah perairan Indonesia sebagai negara kepulauan.

 

Bagi para siswa, kunjungan ini menghadirkan pelajaran bahwa laut bukan sekadar hamparan air yang mengelilingi pulau-pulau, melainkan ruang strategis yang menyimpan potensi ekonomi, kekayaan alam, sejarah, dan kepentingan pertahanan negara.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya Kodaeral IX untuk mempererat hubungan TNI AL dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, melalui pendekatan edukatif yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

 

Dari geladak kapal hingga bunker bersejarah, 86 siswa SD Pertiwi Ambon mendapatkan pelajaran berharga bahwa mengenal laut, memahami sejarah, dan mencintai tanah air dapat dimulai sejak bangku sekolah. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *