Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Simulasi Darurat KMP Wayangan, Kodaeral IX Tekankan Respons Cepat dan Keselamatan Pelayaran

3
×

Simulasi Darurat KMP Wayangan, Kodaeral IX Tekankan Respons Cepat dan Keselamatan Pelayaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan Maluku tidak hanya bergantung pada kesiapan awak kapal, tetapi juga kecepatan koordinasi lintas instansi ketika terjadi keadaan darurat. Pesan itu mengemuka dalam Simulasi Keadaan Darurat di KMP Wayangan yang digelar di Pelabuhan Galala, Ambon, Kamis (13/8/2026).

 

Komandan Satuan Pertahanan Pantai (Dansathantai) Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Frejhon Da Costa, menghadiri simulasi yang diinisiasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon tersebut. Simulasi ini menjadi bagian dari upaya menguji kesiapan kru kapal dan pemangku kepentingan maritim dalam menghadapi kondisi kritis di tengah aktivitas pelayaran.

 

Sejumlah skenario kedaruratan dipraktikkan, mulai dari kebakaran di atas kapal, evakuasi korban cedera, prosedur meninggalkan kapal (abandon ship) hingga penyelamatan korban jatuh ke laut (man overboard).

 

Kegiatan melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam penanganan kecelakaan dan keadaan darurat di laut. Di antaranya PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, KSOP Kelas I Ambon, Distrik Navigasi Maluku, Polairud Polda Maluku, Balai Karantina Kesehatan Maluku, PT Jasa Raharja serta Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.

 

Kehadiran Kodaeral IX mempertegas pentingnya keterpaduan antara unsur pertahanan dan keamanan laut dengan instansi sipil dalam memastikan keselamatan pelayaran.

Mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., Dansathantai Kodaeral IX menegaskan bahwa simulasi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana menguji sejauh mana kesiapan personel ketika menghadapi keadaan darurat yang sebenarnya.

 

“Kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan untuk memastikan setiap potensi keadaan darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur, sehingga keselamatan jiwa pengguna jasa pelayaran dapat terjamin,” ujarnya.

 

Menurutnya, karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan menjadikan transportasi laut memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus menuntut seluruh unsur terkait memiliki kemampuan respons yang teruji terhadap berbagai kemungkinan kecelakaan maupun gangguan keselamatan pelayaran.

 

Karena itu, latihan bersama menjadi penting untuk membangun kesamaan prosedur dan memperjelas peran masing-masing instansi ketika situasi darurat terjadi.

 

Melalui simulasi tersebut, kru KMP Wayangan dan personel instansi terkait diharapkan semakin memahami prosedur penyelamatan, evakuasi, penanganan korban serta komunikasi dalam kondisi darurat.

 

Lebih dari sekadar menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergitas antarinstansi maritim. Koordinasi yang solid dinilai menjadi salah satu faktor kunci untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian ketika terjadi kecelakaan di laut.

 

Kodaeral IX menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya bersama dalam menjaga keamanan serta keselamatan pelayaran, khususnya di wilayah perairan Ambon dan Maluku.

 

Dengan kesiapan personel, prosedur yang teruji dan koordinasi lintas instansi yang semakin kuat, masyarakat pengguna jasa transportasi laut diharapkan memperoleh jaminan keamanan dan rasa nyaman dalam menjalankan aktivitas antarpulau. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *