AMBON, MM._Kebutuhan material pasir dan batu untuk pembangunan di Kota Ambon terus melonjak tajam. Namun di tengah tingginya permintaan tersebut, Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah tegas: menutup sementara seluruh lokasi galian C hingga proses penataan dan kelengkapan perizinan tuntas sesuai aturan yang berlaku.
Kebijakan ini disusul setelah pembahasan mendalam di lingkungan DPRD Kota Ambon, di mana ditemukan bahwa perizinan galian C selama ini belum sepenuhnya memenuhi ketentuan. Hal ini memicu berbagai masalah, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan ketertiban di tengah masyarakat.
Berdasarkan saran resmi Komisi III DPRD Kota Ambon, seluruh izin yang sudah ada akan dievaluasi secara menyeluruh. Lokasi galian baru boleh dibuka kembali jika dan hanya jika telah memenuhi seluruh syarat teknis, administrasi, serta kelayakan lingkungan.
Ketua DPRD Kota Ambon, Morizt Tamaela, mengakui langkah ini memberikan dampak besar bagi pasokan bahan bangunan di kota ini.
“Penutupan galian pasir ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan material di seluruh Kota Ambon. Bukan hanya proyek pemerintah, tapi juga kebutuhan mendesak warga yang sedang membangun rumah atau fasilitas lainnya,” tegas Tamaela, Minggu (11/10/2026).
Dampak nyata juga dirasakan para pengemudi truk dan pelaku usaha angkutan material. Selama penutupan berlaku, roda ekonomi mereka ikut berhenti—pendapatan terhenti di tengah biaya hidup yang tetap berjalan.
Meski terasa berat bagi banyak pihak, langkah ini tetap diambil demi kepatuhan hukum dan keseimbangan alam. Pengelolaan galian C tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, tapi harus menjaga kelestarian lingkungan serta hak-hak warga sekitar lokasi.
Tidak semua lokasi akan otomatis beroperasi kembali nanti. Pemerintah diminta segera menyusun peta zonasi galian C yang jelas, agar semua pihak paham wilayah mana yang boleh digarap dan mana yang harus dilindungi sepenuhnya.
Masyarakat dan pelaku usaha berharap evaluasi berjalan cepat namun transparan. Penataan ini diharapkan melahirkan pasokan material yang stabil, harga terjangkau, sekaligus menyelamatkan lingkungan Ambon dari kerusakan yang lebih parah. Pemerintah juga diimbau segera menyosialisasikan aturan baru ini agar tidak ada pihak yang tersesat prosedur.
Hingga berita ini ditulis, belum ada batas waktu pasti kapan galian C akan dibuka kembali. Semua bergantung pada kelengkapan dokumen dan hasil verifikasi ketat instansi berwenangan.(MM-10)















