Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaEkonomi

QRIS Jadi Kunci Buka Pasar Luas, Bodewin: UMKM Ambon Wajib Melangkah ke Ekonomi Digital

4
×

QRIS Jadi Kunci Buka Pasar Luas, Bodewin: UMKM Ambon Wajib Melangkah ke Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Transaksi pindai kode QR kini bukan lagi sekadar cara praktis membayar belanja, melainkan pintu gerbang menuju kemajuan usaha dan daya saing yang lebih tinggi. Hal ini ditekankan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena saat menutup rangkaian Pekan QRIS Nasional (PKN) 2026 Provinsi Maluku di Jalan Pattimura, Sabtu (15/8/2026).

 

Dalam pidatonya yang memotivasi pelaku usaha, Bodewin mengajak seluruh elemen, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, untuk tidak berhenti pada pencapaian hari ini.

“Jangan hanya sibuk memikirkan laku jual produk sekarang. Mari kita bayangkan bagaimana barang dan karya kita bisa dikenal se-Nusantara, dipasarkan lewat jalur digital, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

 

Transformasi sistem ekonomi berbasis teknologi, lanjut Wali Kota, sudah bukan opsi tambahan lagi, melainkan kebutuhan mutlak. Pemerintah Kota Ambon pun berkomitmen mendorong adopsi QRIS merata: tidak hanya di pusat kota atau ritel besar, tapi sampai ke lorong pasar tradisional, sentra UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, hingga layanan masyarakat.

Ia juga menyoroti peran krusial kaum muda: “Jadilah penggerak teknologi, jangan sekadar pemakai. Manfaatkan kemudahan ini untuk menciptakan peluang baru bagi diri sendiri dan orang lain.”

 

“QRIS bukan sekadar alat tukar pembayaran. Ini adalah langkah nyata kita membangun ekonomi daerah yang terbuka bagi semua pihak dan selaras dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Surya Alamsyah menyambut antusiasme warga Maluku terhadap sistem pembayaran ini. Pertumbuhan pengguna dan pedagang yang pesat membuktikan QRIS makin diterima masyarakat luas, sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan keuangan dan penguatan sektor usaha mikro di bumi Maluku.

 

Data resmi BI Maluku mencatat lonjakan adopsi yang signifikan: sampai akhir Juni 2026, tercatat 177.973 pengguna layanan QRIS dan 117.636 pedagang yang telah menggunakan sistem ini—angka yang melampaui achievement tahun lalu.

 

Tujuh tahun setelah pertama kali diluncurkan, QRIS kini telah melangkah dari tahap perkenalan menuju fase pemanfaatan masif dalam keseharian. Keunggulannya yang cepat, hemat biaya, serta aman dan terpercaya, menjadikannya fondasi penting transformasi ekonomi digital di daerah.

“Semakin banyak yang memanfaatkan, semakin kuat pondasi ekonomi kita berjalan beriringan,” pungkas Surya.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *