Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

POGI Maluku Turun Langsung ke Lapangan, Perkuat Barisan Cegah Stunting di Ambon

2
×

POGI Maluku Turun Langsung ke Lapangan, Perkuat Barisan Cegah Stunting di Ambon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku menegaskan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan mendampingi Pemerintah Kota Ambon dalam memutus mata rantai stunting, dengan fokus perlindungan kesehatan ibu hamil dan anak sejak dini.

 

Komitmen nyata ini ditandai dengan pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan serta intervensi khusus bagi ibu hamil, yang digelar bekerja sama dengan PT Pegadaian di Puskesmas Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).

 

Ketua POGI Wilayah Maluku, dr. Janne Pattiasina, Sp.OG, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh dipikulkan semata kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi profesi kesehatan.

 

“Stunting bukan beban satu pihak saja, melainkan urusan kita semua. POGI memiliki peran strategis untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganannya secara menyeluruh,” ujar Janne, Sabtu (22/8/2026).

 

Ia menjelaskan, langkah pencegahan tidak bisa menunggu anak lahir, melainkan harus dimulai sejak masa persiapan kehamilan, berlanjut sepanjang masa kandungan, hingga menjaga gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan si kecil. Oleh karena itu, kesehatan ibu menjadi kunci utama agar generasi penerus tumbuh optimal.

 

Janne menekankan pentingnya memperkokoh kemitraan lintas sektor: mulai dari Pemkot Ambon, Dinas Kesehatan, jajaran puskesmas dan rumah sakit, pihak swasta, hingga peran aktif masyarakat. Kerja sama ini harus berjalan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesekali.

 

“Dengan sinergi yang kuat, kami optimis angka stunting di Kota Ambon dapat terus turun secara signifikan,” harapnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan terpadu meliputi edukasi gizi bagi calon ibu, pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhanuhan asupan gizi seimbang, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Semuanya harus berjalan beriringan, tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah.

 

Ke depannya, POGI Maluku berjanji akan terus membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan pemerintah daerah dan mitra swasta, demi mendukung program kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan angka stunting di tanah Maluku.

 

“Intinya: mari bergerak bersama sesuai kapasitas masing-masing. Jika kita bersatu, perlindungan bagi ibu dan anak di Ambon akan jauh lebih maksimal,” tegas Janne menutup pernyataannya. (MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *