Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

NTP Maluku Terendah se-Indonesia, Kenaikan Biaya Produksi Tekan Daya Beli Petani

4
×

NTP Maluku Terendah se-Indonesia, Kenaikan Biaya Produksi Tekan Daya Beli Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Kondisi kesejahteraan petani di Provinsi Maluku kembali menghadapi tekanan pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) turun 0,83 persen dibanding bulan sebelumnya, sekaligus menempatkan Maluku sebagai provinsi dengan NTP terendah di Indonesia.

 

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Maluku, Selasa (2/6/2026).

 

Menurut Maritje, NTP Maluku pada Mei 2026 tercatat sebesar 93,00, turun dibanding April 2026 yang mencapai 93,77.

Penurunan ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan yang diterima petani dari hasil produksi belum mampu mengimbangi peningkatan pengeluaran rumah tangga maupun biaya usaha pertanian yang harus mereka tanggung.

 

“NTP merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. Angka ini juga menunjukkan kemampuan tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi yang harus dikeluarkan petani,” jelas Maritje.

 

Kenaikan Biaya Lebih Cepat dari Pendapatan

BPS mencatat indeks harga yang diterima petani (It) pada Mei 2026 memang mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen. Namun peningkatan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mencapai 1,01 persen.

 

Kondisi inilah yang menyebabkan NTP mengalami penurunan. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa biaya hidup dan biaya produksi yang harus ditanggung petani meningkat lebih cepat dibandingkan nilai ekonomi yang diperoleh dari hasil usaha pertanian mereka. Akibatnya, daya beli petani mengalami penurunan meskipun harga beberapa komoditas pertanian mengalami kenaikan.

 

 

Maluku Jadi Provinsi dengan NTP Terendah

Secara nasional, posisi Maluku menjadi sorotan karena mencatat NTP terendah di antara seluruh provinsi di Indonesia.

BPS mencatat Provinsi Riau menjadi daerah dengan NTP tertinggi pada Mei 2026 yakni sebesar 207,41. Sementara Maluku berada di posisi paling bawah dengan NTP sebesar 93,00.

 

Dengan capaian tersebut, Maluku menempati peringkat ke-38 dari 38 provinsi yang dihitung dalam statistik nasional.

NTP yang berada di bawah angka 100 mengindikasikan bahwa secara umum pengeluaran petani masih lebih besar dibandingkan nilai tukar yang diperoleh dari hasil produksinya.

 

Dari lima subsektor pertanian yang diamati, hanya subsektor hortikultura yang mengalami penurunan NTP cukup signifikan.

BPS mencatat NTP hortikultura turun hingga 10,10 persen dibanding bulan sebelumnya.

 

Penurunan ini menjadi faktor utama yang menahan kinerja NTP Maluku secara keseluruhan. Sebaliknya, empat subsektor lainnya justru menunjukkan tren positif.

 

Subsektor tanaman pangan mengalami peningkatan NTP sebesar 0,68 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 0,95 persen, peternakan meningkat 2,02 persen, sementara subsektor perikanan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,59 persen.

Kenaikan pada subsektor perikanan menunjukkan adanya perbaikan nilai tukar bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan yang menjadi salah satu sektor unggulan Maluku.

 

Rumah Tangga Pedesaan Hadapi Kenaikan Harga

Selain penurunan NTP, BPS juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen.

 

Peningkatan IKRT menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga di pedesaan.

Kondisi ini berpotensi menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya petani yang penghasilannya belum tumbuh secara signifikan.

 

Di tengah kondisi tersebut, indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) masih menunjukkan perkembangan positif.

NTUP Maluku pada Mei 2026 tercatat sebesar 103,95 atau naik 0,07 persen dibanding April 2026 yang sebesar 103,87.

 

Kenaikan NTUP mengindikasikan bahwa dari sisi usaha pertanian, sebagian pelaku sektor pertanian masih mampu mempertahankan kinerja ekonominya meskipun menghadapi tekanan biaya produksi.

 

Penurunan NTP yang menempatkan Maluku di posisi terbawah secara nasional menjadi sinyal penting bagi pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan terhadap petani.

 

Selain menjaga stabilitas harga hasil pertanian, upaya menekan biaya produksi, memperlancar distribusi sarana pertanian, serta memperluas akses pasar dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki posisi NTP Maluku pada bulan-bulan mendatang.

 

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa tantangan sektor pertanian Maluku tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan menjaga keseimbangan antara pendapatan petani dan beban pengeluaran yang terus meningkat. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *