Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Musda II KOSGORO 1957 Maluku Dibuka, Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan

5
×

Musda II KOSGORO 1957 Maluku Dibuka, Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON.MM. –  Musyawarah Daerah (Musda) II Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) KOSGORO 1957 Provinsi Maluku resmi dibuka. Acara ini mengusung tema “Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global.”

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Maluku, Boy Dominggus Kaya, yang mewakili Gubernur Maluku. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Wattubun, Wakil Ketua DPRD Jhon Lewerissa, serta Ketua Umum SOKSI Provinsi Maluku Boy Sangadji.

 

Pemkot Ambon: Manfaatkan Potensi Laut

 

Sambutan Wali Kota Ambon dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, Robby Sapulette. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa Musda bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan momen penting untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan langkah ke depan.

 

Maluku dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan potensi kelautan yang sangat besar, baik dari sektor penangkapan maupun budidaya. Namun, potensi ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal karena kendala geografis, infrastruktur, dan kesenjangan antarwilayah.

 

“Keterbatasan akses dan teknologi di daerah terpencil menjadi tantangan. Oleh karena itu, kita butuh kebijakan yang tepat untuk daerah kepulauan,” ujarnya.

 

Ia pun berharap KOSGORO 1957 dapat menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang berbasis pada sumber daya laut.

 

“Melalui Musda ini, diharapkan lahir ide-ide cemerlang dan pemimpin yang visioner demi kemajuan Maluku,” tambahnya.

 

 

Tegakkan Tri Dharma KOSGORO

 

Sementara itu, Ketua PDK KOSGORO 1957 Provinsi Maluku, Ely Toisutta, menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari perjuangan bangsa dan pendiri Partai Golkar, bersama organisasi sayap seperti SOKSI dan MKGR.

 

“Sejak awal, KOSGORO 1957 konsisten membangun ekonomi kerakyatan melalui koperasi, sebagai bukti nyata berpihak pada rakyat,” ungkapnya.

 

Ely Toisutta yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Ambon ini menekankan pentingnya menjalankan Tri Dharma KOSGORO 1957, yaitu Pengabdian, Kerakyatan, dan Solidaritas.

 

“Tiga nilai ini adalah kunci kesejahteraan masyarakat. Di tengah situasi global yang tidak menentu, KOSGORO harus terus berubah menjadi organisasi yang lebih solid dan bermanfaat,” tegasnya.

 

Ia pun memastikan KOSGORO 1957 akan terus menjaga stabilitas dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *