Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kodaeral IX Perkuat Benteng Siber Prajurit, Waspadai Ancaman Digital dan Kebocoran Informasi

3
×

Kodaeral IX Perkuat Benteng Siber Prajurit, Waspadai Ancaman Digital dan Kebocoran Informasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah melahirkan ancaman baru di bidang pertahanan dan keamanan. Menyikapi kondisi tersebut, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memperkuat kapasitas personelnya melalui Sosialisasi Siber dan Keamanan Informasi TNI AL Tahun 2026 yang digelar di Gedung Manggala Loka Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Rabu (3/6/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan kewaspadaan seluruh personel terhadap berbagai potensi ancaman di ruang siber yang dapat mengganggu keamanan informasi institusi maupun individu.

 

Acara dibuka oleh Asisten Intelijen (Asintel) Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Iwan Hariwanto, mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.

 

Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa transformasi digital yang terjadi saat ini membawa manfaat besar bagi kehidupan dan pelaksanaan tugas, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko yang harus diantisipasi secara serius.

 

Menurutnya, ancaman siber kini tidak lagi terbatas pada serangan terhadap sistem teknologi informasi, tetapi juga menyasar perilaku pengguna melalui penyalahgunaan media sosial, pencurian data pribadi, hingga kebocoran informasi yang dapat berdampak pada keamanan organisasi.

 

“Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menuntut seluruh personel untuk mampu beradaptasi, tetapi tetap waspada terhadap berbagai ancaman yang menyertainya,” ujar Iwan.

 

Bangun Budaya Siber di Lingkungan TNI AL

Melalui sosialisasi tersebut, Kodaeral IX berupaya membangun budaya keamanan siber yang kuat di lingkungan kerja sekaligus meningkatkan pemahaman personel mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan informasi.

 

Menurut Iwan, kesadaran keamanan informasi atau security awareness harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap prajurit dan aparatur sipil negara di lingkungan TNI AL.

“Kegiatan ini sangat penting dalam menghadapi perkembangan globalisasi di era modern. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh budaya baru di lingkungan kita, yaitu budaya siber dan budaya komunikasi yang sehat,” katanya.

 

Budaya tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran keamanan informasi yang sering kali berawal dari kelalaian pengguna, baik dalam penggunaan perangkat digital maupun aktivitas di media sosial.

 

Sebagai narasumber utama, Perwira Pembantu Madya Teknologi Intelijen Badan VI Sintelal Mabesal, Letkol Laut (T) Muhammad Akbar, memberikan pemaparan mengenai berbagai ancaman nyata yang berkembang di dunia digital.

 

Materi yang disampaikan mencakup potensi serangan siber, teknik pencurian data, ancaman rekayasa sosial (social engineering), keamanan penggunaan media sosial, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu diterapkan oleh personel dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga informasi pribadi dan kedinasan agar tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pejabat utama Kodaeral IX, para kepala satuan kerja, perwira, bintara, tamtama serta aparatur sipil negara di lingkungan Kodaeral IX.

 

Lindungi Personel dan Keluarga dari Risiko Siber

Selain menyasar personel aktif, sosialisasi juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap anggota keluarga yang kini turut menjadi pengguna aktif media digital.

 

Kodaeral IX menilai bahwa ancaman keamanan informasi dapat berawal dari lingkungan terdekat personel apabila tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai keamanan digital.

 

Karena itu, peningkatan kesadaran siber tidak hanya ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga untuk melindungi kehidupan pribadi personel dan keluarganya dari berbagai risiko kejahatan digital.

 

Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX berharap seluruh personel semakin memahami pentingnya menjaga keamanan informasi, lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *