AMBON,MM. — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Rudy Irmawan mengingatkan keluarga besar insan Adhyaksa untuk menjadikan kesederhanaan dan integritas sebagai bagian dari gaya hidup, termasuk dalam menggunakan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri Pertemuan Konsultasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Maluku bersama seluruh pengurus IAD Daerah se-Maluku di Aula Lantai 3 Kejaksaan Tinggi Maluku, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Yuyun Rudy Irmawan dan dihadiri Wakil Kajati Maluku Datuk Rosihan Anwar, Wakil Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Dewi Anwar, para asisten, para kepala kejaksaan negeri selaku pengawas IAD daerah, serta jajaran pengurus dan anggota IAD se-Maluku.
Namun, pesan Kajati tidak sekadar berbicara mengenai organisasi. Rudy justru menyoroti persoalan gaya hidup, perilaku di ruang publik dan penggunaan media sosial yang dapat berpengaruh terhadap citra keluarga maupun institusi Kejaksaan.
Kehormatan Bukan dari Kemewahan
Rudy meminta keluarga besar Adhyaksa menghindari perilaku flexing atau memamerkan kemewahan secara berlebihan, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, jabatan dan penghasilan yang dimiliki tidak semestinya menjadi alasan untuk mempertontonkan gaya hidup mewah.
Ia mengajak anggota IAD membangun kehidupan keluarga yang sederhana, bersyukur dan merasa cukup tanpa menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran kebahagiaan.
“Tidak perlu hidup untuk terlihat hebat. Cukuplah hidup dengan baik, karena kehormatan tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari integritas,” tegas Rudy.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perilaku pribadi keluarga insan Adhyaksa dapat bersinggungan dengan persepsi publik terhadap institusi tempat para suami menjalankan tugas.
Rudy juga meminta seluruh anggota keluarga Adhyaksa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, ucapan, pergaulan, sikap dan perilaku yang terlihat sederhana dapat berkembang menjadi persoalan apabila tidak disikapi secara bijaksana.
Karena itu, ruang digital harus digunakan secara bertanggung jawab dengan tetap mempertimbangkan martabat pribadi, keluarga dan institusi Kejaksaan.
“Mari kita bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan,” ujarnya.
Ia berharap IAD tidak hanya menjadi organisasi yang bergerak dalam urusan administratif, tetapi menjadi ruang yang mampu memperkuat keluarga besar Adhyaksa.
“Melalui IAD, saya berharap organisasi ini tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar menjadi wadah yang memberikan manfaat. Mari kita bangun IAD sebagai tempat untuk saling menguatkan, bukan saling membandingkan,” katanya.
IAD Diminta Jadi Kekuatan Keluarga Adhyaksa
Dalam pertemuan tersebut, Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus IAD daerah dan kepala kejaksaan negeri yang hadir.
Ia menilai keberadaan keluarga memiliki posisi penting dalam menopang pelaksanaan tugas para insan Adhyaksa.
“Terima kasih kepada para Ibu yang selama ini menjadi tempat pulang, menjadi penyemangat, menjadi pendengar, sekaligus menjadi kekuatan bagi para suami dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujar Rudy.
Ia mengajak keluarga besar IAD menjadikan rumah sebagai ruang tumbuhnya ketenangan sekaligus sumber kekuatan bagi setiap anggota Adhyaksa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Pertemuan Konsultasi IAD Wilayah Maluku juga diisi dengan sejumlah agenda penguatan organisasi. Kegiatan diawali dengan seremonial dan dilanjutkan diskusi serta sosialisasi hasil supervisi IAD Pusat sebagai bagian dari evaluasi dan penyampaian program organisasi kepada seluruh IAD Daerah se-Maluku.
Peserta juga mengikuti pelatihan pengembangan kepribadian bertema “Menjadi Wanita Anggun dan Sederhana, Elegan dalam Penampilan, serta Santun dalam Berperilaku.”
Rangkaian kegiatan kemudian dikemas lebih kreatif melalui lomba fashion show dan lomba karya pakaian berbahan limbah. Agenda tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan kembali bahan daur ulang menjadi produk bernilai guna dan seni.
Kegiatan turut diramaikan bazar yang menampilkan produk dan kekhasan daerah dari berbagai wilayah di Maluku sebagai bentuk dukungan terhadap potensi serta kreativitas lokal. Melalui pertemuan tersebut, IAD Wilayah Maluku diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kebersamaan antar-IAD daerah dan meningkatkan kapasitas anggotanya.(MM-3)















