AMBON,MM. — Jalur vital menuju Dermaga Ferry Hunimua, Senin (20/4/2026), lumpuh total akibat aksi pemalangan jalan yang belum juga dibuka. Dampaknya, distribusi bahan kebutuhan pokok (sembako) ke Pulau Seram tersendat, sementara ratusan kendaraan terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian.
Kemacetan parah terjadi dari dua arah, baik dari Kota Ambon menuju Hunimua maupun dari arah sebaliknya.
Truk logistik, mobil penumpang, hingga sepeda motor tak bisa bergerak, menciptakan situasi yang kian menekan para pengguna jalan.
Salah satu sopir mobil truk pengangkut sembako Calvin (46) yang hendak mengirimkan barang ke Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah,
mengaku telah terjebak sejak pagi.
Ia menyebut kondisi ini sangat merugikan, terutama bagi distribusi kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya sudah terjebak sejak pukul 09.00 WIT. Sampai sekarang belum ada kejelasan jalan dibuka. Ini sembako yang saya bawa bisa terlambat sampai tujuan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Tak hanya sopir logistik, para pengendara lain juga mulai kelelahan setelah berjam-jam tertahan di jalan. Sebagian terpaksa bertahan di dalam kendaraan di bawah terik matahari, dengan persediaan makanan dan air yang terbatas.
Situasi semakin menyita perhatian publik setelah muncul siaran langsung di aplikasi TikTok yang dilakukan oleh Yeni Rosbayani Asri. Dalam video tersebut, ia terlihat tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan langsung kondisi kemacetan yang parah.
Dari dalam mobilnya, Yeni menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap masyarakat yang terdampak. Ia juga menegaskan bahwa aksi pemalangan jalan yang merugikan banyak orang tidak seharusnya terjadi.
“Ini sangat menyusahkan rakyat. Saya berharap kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi karena dampaknya luas dan merugikan banyak orang,” ujarnya dengan suara bergetar.
Akses menuju Dermaga Hunimua merupakan jalur utama penghubung antara Pulau Ambon dan Seram. Lumpuhnya jalur ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu rantai pasok logistik yang sangat bergantung pada kelancaran transportasi darat dan laut.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab pemalangan maupun langkah konkret untuk membuka akses tersebut. Masyarakat pun mendesak aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan cepat agar situasi tidak semakin memburuk.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bahwa gangguan pada infrastruktur vital seperti jalur Hunimua dapat berdampak luas, mulai dari ekonomi hingga kemanusiaan, di mana masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak.(rMM)
















