AMBON,MM. – Kota Ambon kembali mencatat langkah inovatif di bidang pendidikan dan literasi keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon resmi meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP/MTs, yang disebut sebagai modul pertama di Indonesia untuk jenjang tersebut.
Peluncuran modul dilakukan secara simbolis melalui penyerahan Buku Modul Ajar Literasi Keuangan oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
Kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Upacara Pemerintah Kota Ambon, dengan mengusung tema “Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat, Negara Berdaulat”.
Peluncuran modul ini menjadi bagian dari langkah strategis membangun budaya sadar keuangan sejak usia dini di kalangan pelajar, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Dalam amanatnya, Wali Kota Ambon menyebut penyusunan modul tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda.
“Modul ajar ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Kota Ambon dalam memberikan pelayanan pendidikan berkualitas sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar,” kata Bodewin.
Ia juga menegaskan bahwa Ambon patut berbangga karena menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki Modul Ajar Literasi Keuangan khusus untuk tingkat SMP/MTs.
Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemerintah Kota Ambon telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Ambon Nomor 400.3.1/10/SE/2026 tentang pelaksanaan Program Bersama Tingkatkan Literasi Keuangan Satu Rekening Satu Pelajar (BETA KEJAR) di seluruh SMP/MTs Kota Ambon.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menjelaskan bahwa modul tersebut akan diterapkan secara terintegrasi dalam mata pelajaran IPS di seluruh SMP/MTs di Kota Ambon.
Menurutnya, materi dalam modul tidak hanya fokus pada teori ekonomi, tetapi juga membentuk karakter pelajar agar mampu mengelola keuangan secara bijak, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
“Modul ini juga diharapkan dapat membentuk budaya menabung di kalangan pelajar dan meningkatkan minat siswa terhadap produk keuangan formal seperti Simpanan Pelajar atau SimPel,” jelas Haramain.
Materi yang dimuat dalam modul meliputi pemenuhan kebutuhan melalui kegiatan ekonomi, pasar, lembaga keuangan, hingga peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital.
Haramain menambahkan, seluruh materi telah diselaraskan dengan standar capaian pembelajaran nasional serta diperkuat dengan informasi terbaru mengenai sektor jasa keuangan.
Selain meningkatkan pengetahuan finansial siswa, implementasi modul ini juga diharapkan dapat menciptakan pola pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Kegiatan peluncuran turut dihadiri pimpinan perbankan di Kota Ambon, perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Ambon, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan lembaga jasa keuangan, Ambon diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan dalam penguatan literasi keuangan nasional sejak tingkat pendidikan dasar dan menengah.(MM-3)
















