AMBON, MM – Kawasan pesisir Teluk Ambon kembali menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ratusan bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Jumat (26/6/2026), sebagai bagian dari komitmen bersama merawat ekosistem pesisir yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.
Kegiatan penanaman mangrove yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Bhayangkara tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta sejumlah instansi vertikal di Maluku.
Asisten Teritorial Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut IX, Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto, mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, turut hadir dan mengikuti penanaman bersama di kawasan pesisir Desa Hunuth.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan dan penyampaian arahan mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Dalam sambutannya, Wakapolda Maluku menekankan bahwa mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah abrasi pantai, serta menjadi habitat berbagai biota laut.
Penanaman mangrove tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan investasi lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang. Keberadaan hutan mangrove dinilai sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem Teluk Ambon yang selama ini menjadi salah satu kawasan pesisir penting di Maluku.
Setelah doa bersama dan penyampaian teknis penanaman, para peserta turun langsung ke area pesisir untuk menanam bibit mangrove. Suasana gotong royong terlihat ketika para pejabat dan peserta bekerja bersama menanam bibit di sepanjang kawasan pantai.
Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto mengatakan kehadiran Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap program pelestarian lingkungan, khususnya pada kawasan pesisir dan laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Maluku.
Menurutnya, menjaga lingkungan pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.
Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Momentum HUT Bhayangkara ke-80 pun dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai instansi lainnya dalam mendukung keamanan, kesejahteraan, serta keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Maluku, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemprov Maluku, Danlanud, Kabid Ops Bakamla Zona Timur, Kepala Basarnas, Kabag Umum Bea Cukai, serta jajaran Polda Maluku.
Melalui aksi sederhana berupa penanaman mangrove di pesisir Hunuth, pesan tentang pentingnya menjaga laut dan lingkungan pesisir kembali ditegaskan, bahwa kelestarian Teluk Ambon merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan Maluku yang lebih berkelanjutan.(MM-3)
















