Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Kodaeral IX Perkuat Karakter Prajurit Lewat Kausri Terpusat, Nasionalisme dan Keimanan Jadi Fondasi Pengabdian

20
×

Kodaeral IX Perkuat Karakter Prajurit Lewat Kausri Terpusat, Nasionalisme dan Keimanan Jadi Fondasi Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX kembali memperkuat pembinaan mental dan spiritual prajurit melalui kegiatan Kegiatan Agama untuk Siraman Rohani (Kausri) agama Islam terpusat jajaran Koarmada RI yang digelar secara virtual, Rabu (10/6/2026).

 

Mengusung tema “Hubbul Wathon Minal Iman” atau Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman, kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Imam, Markas Kodaeral IX Halong, Kota Ambon, itu diikuti personel militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodaeral IX.

Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama, Kepala Satuan Kerja, perwira, bintara, tamtama, hingga unsur PNS. Melalui sarana video conference, Kausri terpusat diselenggarakan dari Markas Kodaeral VI Makassar dan dibuka langsung oleh Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis.

 

Dalam amanat pembukaannya, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter prajurit yang profesional sekaligus berakhlak mulia.

 

Menurutnya, kegiatan Kausri bukan hanya menjadi ruang memperdalam pemahaman agama, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, integritas, dan kepatuhan terhadap norma kedinasan yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AL.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membentuk personel yang tidak hanya tangguh secara fisik dan profesional dalam tugas, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual yang mampu menjadi pedoman dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, tema Hubbul Wathon Minal Iman memiliki relevansi kuat dengan tugas dan tanggung jawab prajurit yang setiap hari berada di garis depan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air merupakan nilai yang selaras dengan ajaran Islam karena mendorong terciptanya persatuan, kesatuan, serta kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Cinta tanah air sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mendorong setiap individu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa,” katanya.

 

Dalam sesi ceramah, Ustadz H. Dimas Maryono, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa istilah Hubbul Wathon berarti cinta tanah air atau nasionalisme yang selama ini dikenal luas di kalangan umat Islam Indonesia.

 

Ia menjelaskan bahwa ungkapan Hubbul Wathon Minal Iman bukanlah hadis Nabi Muhammad SAW, melainkan sebuah maqolah atau ungkapan hikmah para ulama yang kemudian berkembang menjadi semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Di Indonesia, slogan ini sangat erat dengan perjuangan para kiai yang membangkitkan semangat rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ustadz Dimas menguraikan sejumlah bentuk implementasi nilai cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari. Pertama adalah rasa syukur atas karunia Tuhan berupa tanah kelahiran, kekayaan alam, serta kondisi damai yang dimiliki bangsa Indonesia.

Kedua adalah semangat membela negara dari berbagai bentuk ancaman, penindasan, maupun tindakan yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa. Sedangkan yang ketiga adalah mengedepankan persatuan dan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk terus ditanamkan, terutama kepada aparatur negara dan prajurit yang mengemban tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Melalui kegiatan Kausri terpusat ini, Kodaeral IX berharap seluruh personel semakin memperkuat kualitas spiritual, meningkatkan kecintaan terhadap tanah air, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *