Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Hari Lansia Nasional 2026 di Ambon: Bukan Beban, Tapi Sumber Inspirasi dan Warisan Berharga

11
×

Hari Lansia Nasional 2026 di Ambon: Bukan Beban, Tapi Sumber Inspirasi dan Warisan Berharga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya mewujudkan pelayanan yang adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lanjut usia. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang digelar pada hari Selasa (9/6/2026) di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe.

 

Mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Penjabat Sekretaris Kota, Ketua TP PKK Kota Ambon, pimpinan perangkat daerah, peserta Sekolah Lansia, serta unsur masyarakat setempat.

 

Dalam sambutannya, Bodewin menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen untuk merenung dan mengevaluasi sejauh mana perhatian dan pelayanan telah diberikan kepada para lansia. “Lansia bukanlah beban bagi keluarga maupun masyarakat. Mereka adalah gudang pengalaman dan sumber inspirasi yang tak ternilai bagi generasi muda,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, saat ini Kota Ambon masih menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif. Namun, kondisi ini diperkirakan akan berubah dalam beberapa dekade mendatang. Oleh karena itu, berbagai langkah persiapan terus dilakukan agar pelayanan bagi lansia semakin matang dan terstruktur.

 

Berbagai upaya nyata telah dijalankan, antara lain pembentukan Sekolah Lansia dan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), perluasan akses layanan kesehatan melalui Posyandu Lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, serta peningkatan fasilitas ramah lansia di puskesmas dan rumah sakit. Ke depannya, pemerintah juga berencana membangun rumah sakit khusus warga kurang mampu, di mana pelayanan dapat diakses secara gratis hanya dengan menunjukkan KTP Kota Ambon.

 

Tidak hanya kesehatan, pemberdayaan ekonomi juga menjadi perhatian utama. Pemerintah terus mendukung usaha mikro dan pedagang tradisional, termasuk para lansia yang masih aktif bekerja, agar tetap produktif dan mandiri. “Kita ingin mereka tetap memiliki ruang untuk berkarya dan merasa dihargai,” ujar Bodewin. Ia juga mengingatkan peran sentral keluarga dalam merawat dan menghormati orang tua sebagai warisan budaya yang harus dijaga.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, menyampaikan kabar baik terkait kesejahteraan warga Ambon. Angka harapan hidup masyarakat setempat mencapai 73 tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi yang berada di angka 70 tahun. “Ini bukti nyata bahwa kualitas pelayanan publik di Ambon terus membaik,” katanya.

 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya adalah memastikan usia panjang tersebut diiringi dengan kualitas hidup yang baik. Melalui Program Lansia Berdaya, BKKBN mendorong agar para lansia tetap sehat, mandiri, dan bahagia.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *