AMBON,MM. – Sektor pariwisata dan jasa akomodasi di Provinsi Maluku menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat peningkatan tingkat hunian hotel bintang sekaligus lonjakan signifikan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke daerah berjuluk Negeri Raja-Raja tersebut.
Data tersebut disampaikan Pejabat Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Maluku, Jessica E. Pupella, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar di ruang rapat Kantor BPS Provinsi Maluku, pekan kemarin.
Jessica menjelaskan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Maluku pada Maret 2026 mencapai 34,24 persen. Angka ini meningkat 1,32 poin dibanding Februari 2026 yang tercatat sebesar 32,92 persen.
Tidak hanya secara bulanan, pertumbuhan juga terlihat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Maret 2025, TPK hotel bintang di Maluku masih berada di angka 24,44 persen.
“Jika dibandingkan secara tahunan, tingkat hunian hotel bintang mengalami kenaikan sebesar 9,80 poin,” jelas Jessica.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Maret 2026, tingkat hunian hotel bintang di Maluku mencapai rata-rata 32,82 persen atau naik 7,45 poin dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Peningkatan aktivitas pariwisata juga terlihat pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. Pada Maret 2026, tingkat penghunian kamar hotel nonbintang mencapai 18,75 persen, naik 1,05 poin dibanding Februari 2026 dan meningkat 3,68 poin dibanding Maret tahun lalu.
BPS menilai tren kenaikan ini menunjukkan mulai pulihnya mobilitas masyarakat dan aktivitas perjalanan domestik yang turut mendorong pertumbuhan sektor jasa, perhotelan, hingga usaha mikro di daerah.
Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tujuan Maluku juga mengalami lonjakan cukup tajam. Pada Maret 2026 tercatat sebanyak 383.545 perjalanan wisnus ke Maluku.
Jumlah tersebut naik 32,66 persen dibanding Februari 2026 dan melonjak 44,04 persen dibanding Maret 2025.
“Peningkatan perjalanan wisatawan domestik ini menjadi indikator positif bagi pemulihan ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata, transportasi, kuliner, dan perdagangan,” ungkap Jessica.
Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus ke Maluku selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 1.015.921 perjalanan. Angka itu meningkat 18,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain tingkat hunian hotel, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang mengalami perubahan. Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap pada Maret 2026 tercatat 1,88 malam, turun dibanding Februari 2026, namun masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Sementara tamu domestik tercatat menginap rata-rata 1,91 malam, meningkat baik secara bulanan maupun tahunan.
Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi Maluku, terutama di tengah upaya pemerintah daerah mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi baru.
Peningkatan arus wisatawan domestik juga diperkirakan berdampak langsung terhadap perputaran uang di daerah, peningkatan okupansi hotel, penjualan produk UMKM, hingga aktivitas transportasi laut dan udara di Maluku.(MM-3)
















