AMBON,MM. — Upaya penyelundupan satwa dilindungi kembali terungkap di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Aparat gabungan dari TNI AL-Kodaeral IX, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan unsur pengamanan pelabuhan berhasil menggagalkan pengiriman ilegal dua ekor burung Nuri serta dua tanduk rusa yang hendak dibawa menggunakan KM Labobar, Sabtu malam (9/5/2026).
Pengungkapan kasus ini terjadi saat petugas melakukan pengamanan embarkasi dan pemeriksaan rutin terhadap penumpang serta barang bawaan di terminal pelabuhan.
Kegiatan pengamanan dipimpin Paur Kumter Diskum Kodaeral IX BKO Paur Data Staf Operasi Kodaeral IX, Letda Laut (H) Ricko Aditya, dengan melibatkan sedikitnya 10 personel Satgas Pengamanan PT Pelni dan unsur terkait lainnya.
Pemeriksaan diperketat mengingat KM Labobar merupakan salah satu kapal penumpang dengan rute strategis antar-pulau yang kerap menjadi jalur pergerakan barang ilegal melalui laut.
Kasus tersebut terungkap ketika petugas X-Ray mencurigai salah satu paket bawaan penumpang. Setelah dilakukan pemeriksaan manual secara mendalam, aparat menemukan dua ekor burung Nuri hidup dan dua tanduk rusa yang diduga hendak diselundupkan keluar daerah.
Seluruh barang bukti langsung diamankan dan diserahkan ke Kantor BKSDA Maluku guna proses penyelidikan lebih lanjut serta penanganan sesuai ketentuan perundang-undangan tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.
Aparat belum membeberkan identitas pemilik barang maupun tujuan pengiriman satwa tersebut. Namun, temuan ini kembali memperlihatkan bahwa jalur transportasi laut masih menjadi sasaran empuk jaringan perdagangan satwa liar ilegal.
Praktik penyelundupan satwa dilindungi dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian fauna endemik Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Petugas gabungan menegaskan pengawasan di pelabuhan akan terus diperketat, terutama terhadap kapal-kapal penumpang yang melayani rute antarpulau dengan mobilitas tinggi.
Selain menjaga keamanan dan kelancaran arus penumpang, operasi pengamanan juga diarahkan untuk mencegah masuk dan keluarnya barang terlarang, termasuk satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal.
“Ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas instansi di pelabuhan sangat penting untuk memutus rantai perdagangan satwa dilindungi,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Meski sempat ditemukan upaya penyelundupan, kondisi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon secara umum terpantau aman, tertib, dan terkendali selama proses embarkasi dan debarkasi KM Labobar berlangsung.(MM-3)
















