Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaEkonomi

Misi Senyap di Laut Timur: TNI AL Kawal Rupiah dan Layanan Negara

9
×

Misi Senyap di Laut Timur: TNI AL Kawal Rupiah dan Layanan Negara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Di tengah hamparan Laut Timur yang luas dan menantang, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menjalankan misi strategis yang tak selalu terlihat publik. Bukan operasi tempur, melainkan pengawalan distribusi Rupiah dan layanan negara ke wilayah-wilayah terpencil di Provinsi Maluku melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

 

Menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dorang-874, unsur Satuan Kapal Patroli Koarmada IX Ambon, TNI AL mengemban tugas penting mengantar tim Bank Indonesia dan tenaga pendukung menuju enam pulau kategori Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T): Pulau Kur, Teor, Kesui, Seram, Buru, dan Manipa. Pelayaran ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 29 April hingga 6 Mei 2026.

 

Misi ini mencerminkan peran ganda TNI AL, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan wilayah laut, tetapi juga sebagai penghubung layanan negara bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan akses perbankan.

 

Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, dalam seremoni pelepasan di Dermaga Irian, Halong, Ambon, menegaskan bahwa kehadiran TNI AL dalam ekspedisi ini menjadi kunci keberhasilan distribusi layanan negara di wilayah kepulauan.

 

“Di daerah seperti Maluku, laut bukan pemisah, tetapi penghubung. TNI AL menjadi jembatan yang memastikan negara tetap hadir hingga ke pulau-pulau terluar,” ujarnya.

 

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa kerja sama dengan TNI AL telah berlangsung lebih dari satu dekade dan terbukti efektif menjangkau wilayah yang sulit diakses jalur konvensional. Hingga kini, ratusan pulau telah tersentuh program ERB secara nasional.

 

Dalam ekspedisi ini, TNI AL tidak hanya menyediakan armada dan pengamanan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti edukasi bela negara serta dukungan pada layanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.

 

KRI Dorang-874 yang dikomandani Letkol Laut (P) Eko Hadi Suwarno membawa sekitar 15 personel tim ekspedisi bersama tenaga kesehatan dan logistik. Di setiap pulau yang disinggahi, tim akan melaksanakan penukaran uang Rupiah layak edar sekaligus menarik uang tidak layak edar dari peredaran masyarakat.

 

Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, pembekalan kesiapsiagaan bencana pesisir, serta program kemitraan berbasis komunitas melalui Duta Marinyo.

 

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, dalam amanatnya yang dibacakan Wakil Komandan Koarmada IX, menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam distribusi Rupiah merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas negara, tidak hanya dari sisi pertahanan, tetapi juga ekonomi.

 

“Mengawal distribusi Rupiah berarti menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara. Ini bagian dari pertahanan non-militer yang tak kalah penting,” tegasnya.

 

Di tengah keterbatasan infrastruktur dan tantangan geografis Maluku yang didominasi lautan, kehadiran KRI Dorang-874 membawa lebih dari sekadar logistik. Ia menjadi simbol bahwa negara tidak absen, bahkan di wilayah yang paling jauh dari pusat.

 

Misi ini mungkin berlangsung senyap di atas gelombang, tanpa sorotan besar. Namun bagi masyarakat di pulau-pulau kecil, kedatangan kapal tersebut adalah bukti nyata bahwa negara hadir membawa Rupiah, layanan, dan kepastian bahwa mereka tetap menjadi bagian dari Indonesia.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *