Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaEkonomiHeadline

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM di Ambon Mulai Langka, Warga Diminta Berhemat

16
×

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM di Ambon Mulai Langka, Warga Diminta Berhemat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan di Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini ditandai dengan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, sementara penjualan BBM eceran yang biasanya tersedia di sepanjang jalan kini hampir tidak ditemukan, Senin (30/3/2026).

Kondisi ini terjadi sejak pagi hari dan terus berlangsung hingga malam hari, menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga keluar area, diantaranya SPBU Galala. Bahkan, di beberapa titik, panjang antrean mencapai ratusan meter dan mengganggu arus lalu lintas.

 

Sejumlah warga mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. “Saya sudah antre hampir dua jam, tapi belum juga sampai di pompa. Biasanya tidak seperti ini,” ujar salah satu pengendara.

 

Kondisi ini diduga dipicu oleh terbatasnya pasokan bahan bakar dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang akhir  bulan juga disebut menjadi salah satu faktor penyebab lonjakan antrean.

 

Beberapa pengendara terlihat membawa jeriken, menambah kepadatan antrean di lokasi. Warga pun berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menormalkan distribusi BBM agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti terjadinya antrean panjang tersebut.

 

Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, menilai situasi ini tidak terlepas dari dampak konflik global yang tengah terjadi, khususnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi pasokan minyak dunia.

 

“Kalau perang ini berkelanjutan, pasti pengaruhnya jauh lebih besar. Kita punya korelasi dengan kondisi global, sehingga harus mulai berhemat,” ujar Watubun kepada wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Senin (30/3/2026).

 

Menurutnya, kawasan konflik tersebut merupakan salah satu pemasok minyak dunia, sehingga gejolak yang terjadi akan berdampak pada distribusi dan ketersediaan BBM, termasuk di daerah seperti Maluku.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur pola konsumsi energi secara bijak dan tidak berlebihan dalam menggunakan BBM.

“Tanamlah apa yang bisa kita makan dan minum. Kita harus mengefisienkan diri dalam penggunaan bahan bakar minyak,” katanya.

 

Selain itu, Watubun juga menyinggung langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi, termasuk kebijakan pembelajaran atau kerja dari rumah (WFH) sebagai salah satu upaya mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.

 

Ia menegaskan bahwa gerakan penghematan harus dimulai dari pemerintah dan DPRD sebagai contoh bagi masyarakat luas.

 

“Hemat itu harus dimulai dari pemerintah dan DPRD, baru masyarakat ikut. Dengan begitu kita bisa menjadi teladan yang baik,” tegasnya.

 

Watubun juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta bersama-sama menjaga stabilitas dengan cara berhemat dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak.(MM-9)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *