AMBON,MM. – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela sebagai langkah konkret mendorong rekonsiliasi dan perdamaian permanen pasca ketegangan yang sempat terjadi di antara kedua negeri tersebut.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/3/2026), dengan menghadirkan unsur pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera menangani berbagai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa konflik. Pemerintah, kata dia, akan mengambil langkah nyata untuk memulihkan kondisi masyarakat sekaligus memastikan terciptanya perdamaian yang berkelanjutan antara kedua negeri.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Maluku, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Maluku, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kapolsek Leihitu yang diwakili, Raja Hitu Meseng beserta perwakilan masyarakatnya, Raja Negeri Morela bersama para tokoh masyarakat, serta Raja Hitu Lama.
Dialog yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu memperlihatkan adanya keinginan kuat dari masyarakat kedua negeri untuk kembali hidup berdampingan secara damai seperti sebelumnya.
Perwakilan masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela secara bersama-sama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk menjaga perdamaian serta mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak konflik.
Mereka menilai, salah satu langkah penting untuk memperkuat perdamaian adalah melalui pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat peristiwa tersebut. Jika proses pemulihan dilakukan secara terencana dan terstruktur, maka kepercayaan antar masyarakat akan kembali pulih dan kehidupan sosial dapat berjalan normal.
Selain itu, kedua perwakilan masyarakat juga menekankan pentingnya peran para raja, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam menjaga situasi kondusif di tengah warga agar tidak kembali terjadi gesekan yang dapat mengganggu proses rekonsiliasi yang sedang dibangun.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pemerintah sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang memicu konflik antara kedua negeri. Namun demikian, pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan langkah pemulihan agar masyarakat dapat kembali hidup dengan aman dan nyaman.
“Kita sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi. Namun kerusakan yang ditimbulkan akan segera ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Dalam waktu dekat kita akan memperbaiki rumah-rumah yang rusak,” tegas Gubernur.
Gubernur juga berharap berbagai tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, seperti pemblokiran jalan pada ruas tertentu, dapat segera dihentikan seiring dengan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang ada.
“Kita berharap perdamaian dapat segera terwujud secara permanen. Peristiwa yang terjadi kita sesalkan, namun itu adalah kejadian yang telah berlalu. Mari kita menatap hari esok dengan semangat baru, dengan saling menghormati, saling menghargai, mematuhi aturan hukum, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang,” pungkasnya.(MM-9)
















