Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

OJK dan BI Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia, Perkuat Talenta dan Ekosistem Keuangan Digital

14
×

OJK dan BI Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia, Perkuat Talenta dan Ekosistem Keuangan Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — OJK bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis dalam memperkuat inovasi serta pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

Inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar di Kantor Bank Indonesia, Senin (23/2/2026).

 

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, serta jajaran Anggota Dewan Gubernur BI.

 

Friderica Widyasari Dewi menegaskan sinergi antarregulator diperlukan untuk membangun generasi muda yang mampu menjadi motor inovasi digital ke depan.

“Kita bersinergi untuk membangun generasi muda yang bisa menjadi penerus dan menghadirkan inovasi-inovasi digital di masa mendatang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, peserta dari seluruh Indonesia akan melalui proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan guna melahirkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif serta berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan.

Menurut Friderica, transformasi digital telah memberikan kontribusi signifikan terhadap inovasi bisnis dan perluasan inklusi keuangan. Namun, penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama.

 

“Sektor keuangan sangat terbantu dengan digitalisasi, baik untuk inovasi bisnis maupun inklusi keuangan. Tetapi aspek pelindungan konsumen tetap harus menjadi perhatian,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko di tengah percepatan digitalisasi, termasuk melalui penguatan kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat, seperti Indonesia Anti-Scam Center yang telah diinisiasi regulator.

 

PIDI menjadi bagian dari respons regulator untuk memastikan setiap inovasi di sektor jasa keuangan menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta pelindungan konsumen yang optimal. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan bertanggung jawab.

 

Pelaksanaan DIGDAYA x Hackathon 2026 menjadi penanda dimulainya operasional PIDI. Program DIGDAYA difokuskan pada penguatan kapasitas melalui mentoring, pembekalan, serta jejaring dengan industri agar solusi yang dihasilkan siap diimplementasikan dan memiliki daya saing. Sementara Hackathon menjadi wahana innovation experimentation untuk menjawab tantangan nasional melalui solusi teknologi secara kolaboratif dan terstruktur.

 

Program ini merupakan bagian dari upaya bersama regulator dan industri dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan turut dihadiri Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan/Etik AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua Asosiasi APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho, serta Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana.

 

Selain itu, sebanyak 1.300 peserta dari kalangan mahasiswa berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, serta pelaku usaha jasa keuangan turut ambil bagian.

Inisiasi PIDI sekaligus menandai dimulainya registrasi kompetisi Hackathon 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum dalam kategori profesional dan mahasiswa. Periode pendaftaran berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi PIDI. (MM-3)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *