AMBON,MM. – Kepala SMA Negeri 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K mengatakan telah berhasil mengantarkan sekolahnya meraih prestasi di tingkat Nasional, dan memiliki obsesi untuk mendongkrak sekolahnya meraih prestasi Internasional,. Bahkan ingin menjadikan Ambon sebagai tuan rumah lomba Internasional di bidang riset. Pernyataan tersebut disampaikan pekan kemarin di ruang kerjanya.
Dikatakan, obsesi untuk go Internasional bagi sekolahnya telah digagas s tahun 2024 sejak dirinya masuk sebagai kepala sekolah di SMA Negeri 4 Ambon.
“Jadi sejak Beta masuk di sini bulan Januari, setelah di bulan April Beta bawa anak-anak lomba Thailand, kemudian tahun 2025 kembali lagi di Vietnam, kemudian pada bulan Agustus mereka coba sekali lagi di Vietnam. Jadi tahun 2025 mereka lomba 2 kali di Vietnam.”ujarnya.
Untuk tahun 2026 ini, menurutnya, event yang sama akan digelar di Kamboja. Karena itu siswa peserta lomba sedang mempersiapkan penelitiannya, untuk mengikuti seleksi tingkat nasional di Jakrta pada Februari mendatang.

Menurutnya, jika hasil penelitian siswa lolos di tingkat nasional, maka pertengahan April akan diberangkatkan ke Kamboja untuk mengikuti lomba tingkat Internasional di bidang riset.
“Jadi Beta ada siapkan 2 tim ini untuk menghadapi 2026.”jelas Kepsek Tentua.
Ia bertekad di manapun memimpin akan selalu memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan dan masa depan siswa.
“Sebuah mimpi besarnya adalah Maluku harus menjadi tuan rumah event internasional dimana anak-anak dari luar negeri itu mesti datang ke Ambon.
Ide besar ini akan diupayakan agar bisa digelar di tahun 2026 atau 2027 mendatang,”ungkapnya.
Dirinya saat ini sedang merancang kerjasama dengan sekolah-sekolah berskala internasional yang memiliki kurikulum riset.
Pihaknya juga pernah ingin menjalin kerjasama dengan salah satu SMA Genius di di Serpong, yakni sekolah milik Johanes Surya. Sekolah tersebut dikenal berbasis riset.
Di era kepemimpinan Richard Louhenapessy sebagai Wali Kota Ambon, pernah dilakukan kerjasama dengan Johanes Surya, dan menghasilkan 30 siswa yang belajar mulai tingkat dasar sampai menengah dan sesudahnya berhasil diterima dan kuliah di sejumlah universitas ternama di Luar Negeri.(MM-3)
















