Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Maluku Bidik Panggung Nasional dan Dunia, Talenta Muda Seni Pertunjukan Diperkuat

9
×

Maluku Bidik Panggung Nasional dan Dunia, Talenta Muda Seni Pertunjukan Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Kekayaan seni budaya Maluku tidak cukup hanya diwariskan sebagai tradisi, tetapi harus dikembangkan menjadi kekuatan kreatif yang mampu menembus panggung nasional hingga internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat pembinaan generasi muda melalui Workshop Seni Pertunjukan dan Teater Tahun 2026.

 

Program ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan talenta muda yang memiliki kemampuan teknis, visi kreatif, dan profesionalisme dalam mengembangkan seni pertunjukan tanpa kehilangan identitas budaya daerah.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pembinaan talenta muda merupakan bagian penting dari agenda pemajuan kebudayaan. Maluku memiliki kekayaan seni yang besar, tetapi potensi tersebut membutuhkan pembinaan terarah agar mampu berkembang menjadi karya berkualitas dan prestasi yang membanggakan.

 

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Singerin menyebut kekayaan budaya Maluku tidak hanya tercermin dalam keindahan alam kepulauan, tetapi juga dalam beragam ekspresi seni, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga teater rakyat yang hidup di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, seni pertunjukan tidak boleh berhenti sebagai tontonan atau sekadar peninggalan masa lalu. Seni harus terus berkembang, mengikuti dinamika zaman, dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

“Workshop hari ini merupakan langkah nyata kita dalam agenda pemajuan kebudayaan di Maluku, agar seni pertunjukan kita tidak redup, melainkan semakin berdaya secara ekologis, sosial, dan ekonomi,” ujarnya.

 

Pembinaan Talenta Jadi Kunci Kemajuan Seni Maluku

 

Singerin menjelaskan, pengembangan seni budaya sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menekankan pentingnya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pembangunan ekosistem kesenian secara berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku seni, penyediaan ruang ekspresi melalui Taman Budaya, serta integrasi seni dan budaya ke dalam pendidikan formal maupun nonformal.

 

Namun, pembinaan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat. Diperlukan kesinambungan program, akses terhadap pelatihan berkualitas, ruang berkarya, dan kesempatan tampil agar talenta muda dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal.

 

Dalam konteks tersebut, Singerin turut menyoroti pentingnya pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bidang Seni Budaya untuk mengidentifikasi dan membina generasi muda Maluku yang memiliki bakat di bidang seni pertunjukan.

 

Melalui pendekatan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, para talenta muda diharapkan memperoleh pendampingan yang sesuai dengan potensi masing-masing, sehingga kemampuan mereka dapat berkembang menjadi karya kreatif dan prestasi nyata.

“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak muda Maluku yang memiliki bakat alamiah luar biasa di bidang seni pertunjukan dapat diidentifikasi, diberikan pendampingan, dan dikembangkan bakatnya secara terstruktur dan berkelanjutan,” katanya.

 

Tradisi Lokal Harus Berani Menembus Panggung Dunia

 

Lebih jauh, Singerin menekankan bahwa tantangan pengembangan seni pertunjukan bukan hanya menjaga kelestarian tradisi, melainkan juga menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan karakter budaya Maluku.

 

Karya seni yang berakar pada tradisi lokal harus mampu berbicara kepada generasi masa kini dan menjangkau audiens yang lebih luas. Karena itu, kreativitas, penguasaan teknik pertunjukan, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian mengeksplorasi gagasan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

 

Kepada peserta workshop, ia meminta agar kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap pengetahuan dari para narasumber, bertukar gagasan, serta membangun jejaring kreatif antarpelaku seni.

 

Ia berharap workshop ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperluas wawasan dan mempertajam visi kreatif mereka dalam menghasilkan karya-karya baru yang inovatif, berkualitas, dan tetap mencerminkan identitas budaya Maluku.

“Kualitas seni pertunjukan kita berada di tangan saudara-saudara sekalian. Trus tunjukan talenta Maluku par dunia!” serunya.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *