Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Jembatan Tua Sejak 1980-an di Dusun Seri Dibongkar

4
×

Jembatan Tua Sejak 1980-an di Dusun Seri Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Jembatan tua di Dusun Seri, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mulai dibongkar oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon, Kodam XV/Pattimura, bersama masyarakat setempat, Rabu (21/10/2026).

 

Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari upaya pembangunan kembali jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas warga.

 

Jembatan yang dibangun sejak era 1980-an itu dilaporkan mengalami kerusakan dan kerap bergoyang ketika dilintasi, baik oleh pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari menggunakan jalur itu untuk pergi ke sekolah.

 

Ketua RT setempat, Edwar Gomias, mengatakan usia bangunan dan kondisinya yang semakin rapuh membuat jembatan tersebut tidak lagi memberikan rasa aman bagi warga yang melintas.

“Jembatan ini sudah dibangun sejak tahun 1980-an. Kondisinya sekarang goyang, rusak, dan rapuh. Kalau dilewati kendaraan bermotor maupun berjalan kaki, terasa bergoyang sehingga masyarakat mulai khawatir,” ujarnya.

 

Menurut Gomias, meskipun berukuran relatif kecil, yakni panjang tujuh meter dan lebar 1,5 meter, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat Dusun Seri.

 

Akses Anak Sekolah Jadi Perhatian

 

Keberadaan jembatan itu bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan juga jalur yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang bergantung pada akses tersebut.

 

Karena itu, pembangunan kembali jembatan diharapkan dapat memberikan akses penyeberangan yang lebih aman dan menunjang kelancaran aktivitas masyarakat.

Gomias menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon serta TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD atas dukungan terhadap pembangunan kembali jembatan tersebut.

 

Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

 

Pembongkaran jembatan tidak hanya melibatkan personel Satgas TMMD, tetapi juga partisipasi langsung masyarakat setempat. Warga ikut bekerja bersama personel TNI sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan.

Gomias mengimbau masyarakat agar terus berpartisipasi secara sukarela dan menjaga kerja sama dengan personel Satgas selama proses pembangunan berlangsung.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang nantinya digunakan bersama.

 

Pembangunan kembali jembatan di Dusun Seri diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik infrastruktur yang telah berusia puluhan tahun, tetapi juga menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terhadap akses yang aman dan layak. Dengan demikian, keberhasilan pekerjaan tersebut nantinya perlu ditopang kualitas konstruksi yang memadai agar jembatan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *