Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Arca Bunda Maria Berbusana Ambon Diberkati Uskup Seno Ngutra di Taman Doa Air Louw

8
×

Arca Bunda Maria Berbusana Ambon Diberkati Uskup Seno Ngutra di Taman Doa Air Louw

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Suasana penuh khidmat menyelimuti Taman Doa Air Louw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, Sabtu sore (3/10/2026). Di tempat ziarah rohani yang berada di bawah naungan Keuskupan Amboina itu, Uskup Keuskupan Amboina Mgr Seno Ngutra memberkati sejumlah arca dan fasilitas rohani yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.

 

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Arca Bunda Maria yang mengenakan busana khas Ambon. Kehadiran arca ini tidak hanya menjadi bagian dari penataan kawasan ziarah, tetapi juga membawa pesan tentang perjumpaan antara iman Katolik dan budaya lokal Maluku.

 

Arca Bunda Maria tersebut memiliki tinggi sekitar tiga meter dan berdiri di atas penyangga setinggi tiga meter. Dengan demikian, keseluruhan struktur arca mencapai sekitar enam meter dan menjadi salah satu ikon yang menonjol di kawasan Taman Doa Air Louw.

 

Arca ini dipesan secara khusus dari Ambarawa, Jawa Tengah, kepada pematung RA Nugroho Adi Prabowo atau yang dikenal sebagai Mas Adhy. Ia merupakan salah satu seniman pematung dari Ambarawa yang dikenal antara lain melalui karya Arca Maria Assumpta di kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa, Kabupaten Semarang.

 

Selain Arca Bunda Maria berbusana Ambon, pada kesempatan yang sama Mgr Seno Ngutra juga memberkati Arca Kristus Raja Alam Semesta serta Taman Kemartiran 12 Rasul yang berada di kawasan tersebut.

 

Rangkaian pemberkatan diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung Mgr Seno Ngutra bersama sejumlah pastor. Misa berlangsung di pelataran Arca Bunda Maria dan dihadiri perwakilan umat dari delapan paroki di Kevikepan Kota Ambon serta umat Katolik dari sejumlah daerah lainnya.

 

Dalam homilinya, Mgr Seno menjelaskan bahwa busana Ambon yang dikenakan Bunda Maria memiliki makna tersendiri. Menurut dia, kehadiran arca tersebut ingin menegaskan kedekatan iman Katolik dengan budaya tempat umat hidup dan bertumbuh.

 

“Ketika Bunda Maria berbusana Ambon, kita mau menegaskan bahwa Gereja Katolik, terutama Bunda Maria, sangat lekat dengan setiap budaya di mana umat menyembah, memuji Tuhan, berdoa dan berdevosi melalui Bunda Maria,” kata Mgr Seno.

Ia juga mengaitkan keberadaan Bunda Maria dengan sejarah Kota Ambon. Menurutnya, sejak masa Portugis, Kota Ambon telah memiliki hubungan historis dengan devosi kepada Bunda Maria.

 

Mgr Seno menyebut peristiwa tersebut berkaitan dengan perayaan Kabar Sukacita Tuhan atau Annuntiatio Domini, yang dalam kalender liturgi Katolik diperingati setiap 25 Maret.

Karena itu, menurutnya, kehadiran Arca Bunda Maria berbusana Ambon menjadi bagian dari upaya untuk mempertemukan nilai-nilai iman dengan identitas budaya masyarakat setempat.

 

“Ini mau mengatakan bahwa dalam sejarah kota ini, kita betul-betul didedikasikan di bawah perlindungan Bunda Maria,” ujarnya.

Taman Doa Air Louw sendiri dikembangkan di atas lahan sekitar empat hektare. Kawasan tersebut dirancang sebagai salah satu pusat ziarah dan kegiatan rohani umat Katolik di Maluku.

 

Ke depan, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan Gereja Santa Maria Berbelas Kasih (Mater Misericordiae), gedung retret serta sejumlah arca ikonik lainnya.

Dengan suasana alam yang terbuka dan panorama Kota Ambon, kawasan ini menawarkan ruang permenungan bagi umat. Terlebih pada sore hari, suasana kawasan terasa semakin tenang ketika cahaya matahari mulai tenggelam di ufuk.

 

Mgr Seno berharap Taman Doa Air Louw dapat menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat luas, tanpa membedakan latar belakang agama.

“Apapun agama Anda, ketika datang di sini dan merasakan kehadiran Tuhan yang Anda sembah lewat agama Anda, inilah tempat yang didedikasikan untuk Anda,” katanya.

 

Ia menegaskan, kawasan tersebut tetap memiliki ruang-ruang yang menjadi tempat kudus bagi umat Katolik dan harus dihormati. Namun, pada saat yang sama, kawasan itu diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk berbagai kegiatan kerohanian.

Selain menjadi tempat ziarah, Taman Doa Air Louw juga akan menjadi lokasi kegiatan penutupan Bulan Rosario pada 31 Oktober 2026.

 

Kegiatan tersebut akan dihadiri umat Katolik dari delapan paroki di Kota Ambon. Momentum itu sekaligus akan dirangkaikan dengan perayaan 25 tahun imamat Mgr Seno Ngutra.

Dalam perayaan tersebut, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC dijadwalkan turut hadir.

“Di tempat wisata rohani Katolik Air Louw ini, umat Katolik Kota Ambon menutup doa Bulan Rosario sekaligus merayakan 25 tahun hidup imamat saya,” ujar Mgr Seno.

 

Kehadiran Arca Bunda Maria berbusana Ambon, Arca Kristus Raja, serta Taman Kemartiran 12 Rasul menambah warna baru bagi kawasan Air Louw. Tidak sekadar menjadi bagian dari lanskap wisata rohani, keberadaan berbagai ikon tersebut juga membawa pesan tentang iman, sejarah, budaya, dan kehidupan bersama di Kota Ambon.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *