Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Wawali Ely Tegaskan Latsar Adalah Gerbang Pembentukan Karakter Pelayan Masyarakat

5
×

Wawali Ely Tegaskan Latsar Adalah Gerbang Pembentukan Karakter Pelayan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. –  Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta menegaskan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan sekadar tahapan formalitas untuk mendapatkan status kepegawaian. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang krusial untuk menempa aparatur daerah yang berintegritas tinggi, tertib, mumpuni, dan benar-benar berjiwa melayani warga.

 

Pernyataan itu disampaikan Ely saat memimpin upacara pembukaan Latsar lingkup Pemerintah Kota Ambon pada hari Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini diikuti CPNS Golongan II dan III Angkatan 21–25 serta Golongan I Angkatan 12, dengan total keseluruhan 240 peserta—terdiri dari 200 orang Golongan I dan 40 orang Golongan II, di mana 153 di antaranya perempuan dan 47 laki-laki.

 

Dalam arahannya, Ely mengajak seluruh peserta menjadikan momen ini sebagai langkah awal memantapkan penerapan nilai inti ASN BerAKHLAK: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

 

“Latsar bukan sekadar prosedur yang harus dilewati untuk diangkat menjadi PNS. Ini adalah kawah pencetakan karakter, tempat saudara membangun pondasi disiplin, integritas, dan kewajiban utama sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan tantangan birokrasi masa kini yang menuntut kemampuan beradaptasi cepat dengan kemajuan teknologi dan transformasi digital. Para calon abdi negara diharapkan mampu bekerja secara profesional, kreatif, dan fokus pada pencapaian manfaat nyata bagi publik.

 

Tak hanya soal kemampuan teknis, Ely menekankan pentingnya menanamkan jiwa bela negara dalam setiap tugas. Bela negara bagi ASN, ujarnya, tercermin dari kedisiplinan tinggi, menjaga persatuan serta kedamaian di Ambon, tegas menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta memberikan layanan yang adil tanpa membedakan latar belakang.

 

“Wajah birokrasi Kota Ambon di masa depan ada di tangan saudara semua. Apa yang saudara bangun mulai hari ini akan menentukan kualitas pelayanan bagi warga kita nanti,” tambahnya.

 

Pelatihan tahun ini menerapkan sistem blended learning, yang menggabungkan pembelajaran mandiri, daring, praktik aktualisasi di tempat tugas, serta tatap muka klasikal di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku. Fase pembelajaran langsung dijadwalkan berlangsung 15–21 September 2026 dengan total 62 jam pelajaran.

 

Di akhir sambutan, Ely berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkin, menyerap ilmu dari para pengajar, menjaga kebersamaan, tetap menjaga kesehatan, serta senantiasa menampilkan sikap teladan sebagai calon aparatur negara.(MM10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *