AMBON, MM. — Dinamika keamanan dan kewilayahan di Maluku menjadi perhatian dalam penyusunan kajian strategis TNI. Tim Pengumpulan Data (Puldata) Sahli Panglima TNI melakukan kunjungan ke Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX di Halong, Kota Ambon, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Pa. Sahli Tk. III Bidang Banusia Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, yang diterima langsung Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., di Lobby Mako Kodaeral IX.
Pengumpulan data ini menjadi bagian dari proses penyusunan kajian strategis untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi serta perkembangan situasi di wilayah Ambon dan Maluku.
Bukan Sekadar Kunjungan, Data Wilayah Dikaji
Tim Puldata melakukan komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Kodaeral IX untuk menghimpun berbagai informasi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi TNI serta kondisi kewilayahan.
Data yang dihimpun diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai berbagai dinamika yang berkembang di Maluku. Informasi lapangan menjadi penting dalam menghasilkan kajian yang tidak hanya bersandar pada laporan administratif, tetapi juga menggambarkan kondisi aktual wilayah.
Kodaeral IX memberikan dukungan terhadap proses tersebut dengan menyampaikan data dan gambaran situasi sesuai kewenangan serta tugas dan fungsinya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan pentingnya akurasi informasi kewilayahan sebagai dasar dalam membaca perkembangan situasi di wilayah kepulauan seperti Maluku.
Maluku Punya Karakter Strategis
Sebagai wilayah kepulauan dengan posisi geografis strategis, Maluku memiliki karakteristik kewilayahan yang kompleks. Kondisi geografis, wilayah perairan yang luas, konektivitas antarpulau serta dinamika sosial masyarakat menjadi faktor yang membutuhkan pemetaan secara menyeluruh.
Karena itu, pengumpulan data oleh Tim Sahli Panglima TNI menjadi bagian penting untuk memperoleh perspektif yang lebih utuh mengenai kondisi wilayah.
Kajian strategis yang disusun nantinya diharapkan tidak hanya menjadi dokumen analisis, tetapi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan langkah strategis TNI.
Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Donny Suharto didampingi Paban Utama Bidang Banusia Sahli Panglima TNI Kolonel Arh Sukma Yudha Wibawa, Paban Utama Sahli Panglima TNI Kolonel Inf Dadang Setia, serta Paban Utama Sahli Panglima TNI Kolonel Tek Yudhi Waspratanto.
Sementara Dankodaeral IX didampingi Wadan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, Kapok Sahli Kodaeral IX dan sejumlah pejabat utama Kodaeral IX.
Pertemuan tersebut memperkuat koordinasi antara unsur Kodaeral IX dengan jajaran Sahli Panglima TNI dalam mendukung penyusunan kajian strategis.
Bagi TNI, data yang akurat menjadi fondasi dalam membaca perkembangan situasi sekaligus menentukan respons terhadap dinamika yang berkembang.
Kajian strategis tidak lahir dari asumsi. Ia membutuhkan data lapangan yang akurat, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kunjungan Tim Puldata Sahli Panglima TNI ke Ambon menjadi bagian dari proses membaca Maluku secara lebih utuh—dari kondisi kewilayahan hingga dinamika strategis yang berpotensi memengaruhi kepentingan pertahanan dan keamanan.
Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis TNI, khususnya dalam menyikapi perkembangan situasi di wilayah Maluku.(MM-3)















