Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomi

Ekspor Maluku Anjlok 91,58 Persen, Impor Melonjak 219 Persen pada Juni 2026

3
×

Ekspor Maluku Anjlok 91,58 Persen, Impor Melonjak 219 Persen pada Juni 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Kinerja perdagangan luar negeri Maluku pada Juni 2026 menunjukkan tekanan tajam di sisi ekspor. Nilai ekspor Maluku hanya mencapai US$0,43 juta, anjlok 91,58 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebesar US$5,12 juta.

Di saat ekspor merosot, arus impor justru melonjak. Nilai impor Maluku pada Juni 2026 mencapai US$78,20 juta, atau meningkat 219,04 persen dibandingkan Juni 2025 yang berada pada angka US$24,51 juta.

 

Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di ruang rapat BPS Provinsi Maluku, pekan lalu.

 

Meski mengalami kontraksi tajam pada Juni, secara kumulatif ekspor Maluku sepanjang Januari–Juni 2026 masih mencatat pertumbuhan. Nilainya mencapai US$28,46 juta, naik 23,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Seluruh ekspor tersebut berasal dari komoditas nonmigas.

 

Dari sisi pasar, ekspor Maluku selama Januari–Juni 2026 terkonsentrasi pada dua negara tujuan utama. Tiongkok menyerap ekspor sebesar US$26,82 juta atau 94,24 persen, sedangkan Hong Kong mencapai US$1,64 juta atau 5,76 persen.

 

Selain ekspor langsung melalui pelabuhan di Maluku, komoditas asal Maluku yang dikirim melalui pelabuhan di luar Maluku selama Januari–Juni 2026 mencapai US$14,85 juta. Angka tersebut meningkat 26,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Komoditas yang mendominasi ekspor melalui pelabuhan luar Maluku adalah perhiasan/permata senilai US$8,18 juta atau 55,13 persen, disusul ikan dan udang sebesar US$5,08 juta atau 34,23 persen.

Berbanding terbalik dengan ekspor, impor Maluku sepanjang Januari–Juni 2026 justru melonjak signifikan. Nilainya mencapai US$398,91 juta, meningkat 135,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Impor tersebut berasal dari komoditas migas dan nonmigas.

 

Negara pemasok utama barang impor Maluku  adalah Singapura sebesar US$207,99 juta atau 52,14 persen, kemudian Malaysia US$137,31 juta atau 34,42 persen. Selanjutnya Korea Selatan menyumbang US$15,09 juta atau 3,78 persen, Finlandia US$36,46 juta atau 9,14 persen, dan Tiongkok US$2,06 juta atau 0,52 persen.

 

Ketimpangan antara ekspor dan impor tersebut membuat neraca perdagangan Maluku semakin tertekan. Sepanjang Januari–Juni 2026, Maluku mencatat defisit perdagangan sebesar US$370,45 juta.

 

Defisit tersebut terutama bersumber dari sektor migas yang mencapai US$360,39 juta, sementara sektor nonmigas mengalami defisit sebesar US$10,06 juta.

 

Data BPS tersebut memperlihatkan adanya kontras tajam dalam perdagangan luar negeri Maluku: ekspor mengalami kejatuhan pada Juni, sementara impor justru melonjak, sehingga tekanan terhadap neraca perdagangan semakin besar. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa struktur perdagangan Maluku masih menghadapi tantangan serius dalam memperkuat kinerja ekspor sekaligus mengendalikan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *