AMBON, MM. – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menjadi ruang memperkuat soliditas seluruh elemen dalam menjaga keamanan, persatuan dan keberlanjutan pembangunan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara HUT ke-81 Provinsi Maluku yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (19/8/2026). Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, hadir mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H.
Upacara dipimpin Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah, termasuk mantan Gubernur Maluku Irjen Pol. (Purn.) H. Murad Ismail dan mantan Wakil Gubernur Maluku Barnabas N. Orno.
Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, jajaran TNI-Polri, para bupati dan wali kota se-Maluku, anggota DPR RI dan DPD RI asal Maluku, pimpinan dan anggota DPRD Maluku, pimpinan instansi vertikal, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik dan tokoh pemuda.
Bukan Sekadar Seremoni
HUT ke-81 Provinsi Maluku menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan panjang pembangunan daerah. Peringatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah kepulauan.
Di tengah kompleksitas persoalan Maluku sebagai wilayah kepulauan, persatuan dan kolaborasi antarlembaga menjadi modal penting. Pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat dituntut tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, peringatan HUT Maluku diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterjemahkan menjadi komitmen nyata untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif dan berkelanjutan.
Kodaeral IX Perkuat Sinergitas
Kehadiran Wadan Kodaeral IX dalam upacara tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Sebagai wilayah kepulauan dengan karakter geografis yang kompleks, Maluku membutuhkan koordinasi kuat dalam menjaga keamanan laut, konektivitas antarpulau dan stabilitas wilayah. Dalam konteks tersebut, sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting pembangunan.
Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan generasi muda juga menjadi kekuatan strategis untuk menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif.
Momentum HUT ke-81 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan Maluku membutuhkan kerja bersama. Keamanan dan stabilitas bukan hanya tanggung jawab aparat, sementara pembangunan bukan semata tugas pemerintah. Keduanya membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan soliditas yang terus terjaga, sinergi antarlembaga diharapkan mampu menjadi kekuatan untuk mengawal pembangunan Maluku menuju daerah yang semakin maju, aman, berkeadilan dan sejahtera. (MM-3)
















