Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHeadline

Jalan Rusak Puluhan Tahun Paksa Warga Laturake Pikul Orang Sakit demi Mencari Pertolongan

3
×

Jalan Rusak Puluhan Tahun Paksa Warga Laturake Pikul Orang Sakit demi Mencari Pertolongan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PIRU,MM. – Di saat Indonesia bersiap memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan pada 17 Agustus 2026, masih ada warga yang harus berjibaku dengan keterisolasian akibat infrastruktur yang jauh dari kata layak. Pemandangan itu masih nyata di Desa Laturake, Kecamatan Taniwel Pegunungan, Kabupaten Seram Bagian Barat.

 

Akses jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer dari jalan utama menuju Desa Laturake kini berada dalam kondisi rusak berat. Ruas jalan dipenuhi bebatuan, lubang menganga, serta sejumlah gorong-gorong yang telah rusak sehingga membahayakan pengguna jalan.

Penderitaan warga semakin berat ketika musim hujan tiba.

 

Aliran sungai yang meluap menggenangi badan jalan, membuat jalur menuju desa nyaris tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas masyarakat pun sering terhenti karena akses transportasi terputus.

 

Namun, yang paling menyayat hati adalah ketika ada warga yang sakit. Karena ambulans maupun kendaraan tidak mampu menjangkau desa, warga terpaksa memikul pasien melewati jalan rusak hingga mencapai titik yang dapat dilalui kendaraan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi masyarakat.

 

“Kami hanya ingin jalan yang layak. Kalau ada keluarga yang sakit, kami harus memikul mereka keluar desa. Ini sangat berat dan sudah kami alami selama bertahun-tahun,” ungkap salah seorang warga.

Menurut warga, kerusakan jalan menuju Desa Laturake bukan persoalan baru. Selama puluhan tahun, kondisi tersebut terus menjadi keluhan masyarakat, namun hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai dari pemerintah.

 

Selain menghambat pelayanan kesehatan, rusaknya akses jalan juga berdampak pada perekonomian warga. Hasil pertanian sulit dipasarkan, biaya transportasi menjadi mahal, dan mobilitas masyarakat untuk mengakses pendidikan maupun pelayanan pemerintahan ikut terganggu.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan jalan menuju Desa Laturake. Mereka meyakini kehadiran infrastruktur yang layak akan membuka keterisolasian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Bagi warga Laturake, kemerdekaan bukan sekadar peringatan tahunan. Kemerdekaan juga berarti terbebas dari keterisolasian, memiliki akses jalan yang aman, serta memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat tanpa harus mempertaruhkan nyawa di atas jalan yang rusak.(R-L)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *