Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Tanam 22 Ribu Mangrove, PNM Bangun Benteng Pesisir dan Gerakkan Ekonomi Hijau

3
×

Tanam 22 Ribu Mangrove, PNM Bangun Benteng Pesisir dan Gerakkan Ekonomi Hijau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Upaya menjaga pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim tidak cukup hanya dengan slogan. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuktikan komitmennya melalui aksi nyata dengan menanam 22.000 pohon mangrove secara serentak di 18 kawasan pesisir Indonesia dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

 

Program yang menjadi bagian dari PNM Green Impact itu bukan sekadar gerakan penghijauan, tetapi dirancang untuk menciptakan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

 

Di Kota Ambon, kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup serta Pemerintah Desa Waiheru yang menilai langkah PNM menjadi contoh kolaborasi nyata antara dunia usaha, pemerintah, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.

 

Perwakilan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon bersama Kepala Desa Waiheru menyampaikan bahwa program penanaman mangrove memberikan manfaat ganda, yakni memulihkan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PNM terhadap pelestarian lingkungan. Penanaman mangrove bukan hanya berdampak pada perbaikan ekosistem pesisir, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian petani mangrove dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

 

PNM mencatat, sejak 2024 hingga 2026 perusahaan telah menanam sebanyak 196.700 pohon mangrove di 58 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Pimpinan PT PNM Cabang Ambon, Sigit Evry Dayanto, mengatakan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang harus berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan pelaku usaha mikro.

 

Menurutnya, banyak nasabah binaan PNM menjalankan usaha yang bergantung pada keberlanjutan ekosistem pesisir, mulai dari nelayan, pembudidaya hasil laut, pedagang ikan, hingga pelaku usaha kuliner berbasis hasil tangkapan laut.

 

“Melalui kegiatan ini, PNM ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Menanam mangrove bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan agar lingkungan menjadi lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Sigit.

 

 

Ia menjelaskan, keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi vital sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi, gelombang ekstrem, serta intrusi air laut. Di sisi lain, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan biota laut lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

 

Selain fungsi ekologis, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim. Karena itu, setiap pohon yang ditanam menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.

 

PNM juga melihat ekosistem mangrove sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan mangrove dapat dikembangkan menjadi pusat pembibitan, destinasi ekowisata berbasis konservasi, budidaya perikanan ramah lingkungan, hingga pengolahan berbagai produk bernilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

 

Melalui pendekatan tersebut, PNM ingin memastikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui akses permodalan dan pendampingan usaha, tetapi juga melalui upaya menjaga lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Dengan semangat Hari Mangrove Sedunia, aksi penanaman ribuan mangrove ini menjadi pesan bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Ketika pesisir tetap lestari, ekonomi masyarakat pun memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara berkelanjutan.(MM-10)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *