Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

24 Jam Hilang Kontak di Laut, Nelayan Seilale Ditemukan Selamat  di Perairan Larike

8
×

24 Jam Hilang Kontak di Laut, Nelayan Seilale Ditemukan Selamat  di Perairan Larike

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Seilale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, berakhir dengan kabar menggembirakan. Setelah dilaporkan hilang kontak saat melaut, Raymono Kailola (57) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah hanyut sejauh puluhan mil laut akibat kerusakan mesin longboat yang digunakannya.

 

Korban ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar perairan Desa Larike, Kabupaten Maluku Tengah, sebelum akhirnya berhasil kembali ke Desa Seilale pada Minggu (12/7).

Peristiwa bermula pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 03.00 WIT ketika Raymono berangkat melaut seorang diri menggunakan longboat dari Desa Seilale menuju perairan Tanjung Nusaniwe.

 

Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang, sehingga keluarga bersama warga berupaya melakukan pencarian secara mandiri. Pencarian tidak membuahkan hasil, menyebabkan  keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon untuk meminta bantuan operasi SAR.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Ambon bergerak pada Minggu (12/7) pukul 06.23 WIT menggunakan satu unit Rescue Boat (RBB) menuju lokasi pencarian di sekitar Perairan Tanjung Nusaniwe. Lokasi operasi berada pada koordinat 3°59.547’S – 128°19.004’E atau sekitar 31 mil laut dari Dermaga BRIN Ambon.

 

Setelah tiba di lokasi, tim melakukan penyisiran dan pencarian di area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Operasi dilakukan dengan mempertimbangkan arah angin, arus laut, serta kondisi cuaca yang saat itu cukup menantang.

 

Saat proses pencarian masih berlangsung, sekitar pukul 11.20 WIT Tim Rescue menerima informasi bahwa korban ternyata telah ditemukan lebih dahulu oleh nelayan setempat sekitar pukul 10.30 WIT di perairan Desa Larike.

 

Korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah bertahan selama hampir satu hari di tengah laut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, mesin katinting pada longboat korban mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dihidupkan dan menyebabkan perahu hanyut terbawa arus sejak Sabtu dini hari.

 

Aksi solidaritas para nelayan pun menjadi penyelamat bagi Raymono. Setelah ditemukan, mereka tidak hanya mengevakuasi korban, tetapi juga memberikan bantuan berupa satu unit mesin katinting pengganti sehingga longboat tersebut dapat kembali beroperasi dan korban mampu melanjutkan perjalanan pulang menuju Desa Seilale.

 

Sekitar pukul 11.30 WIT, Raymono akhirnya tiba dengan selamat di kampung halamannya. Tim SAR Gabungan kemudian mendatangi korban untuk memastikan kondisi kesehatannya dan memastikan tidak ada cedera maupun gangguan medis yang serius.

 

Operasi pencarian melibatkan enam personel Tim Rescue Basarnas Ambon serta sepuluh warga masyarakat dengan dukungan satu unit Rescue Boat Basarnas, lima unit longboat milik masyarakat, serta berbagai peralatan SAR pendukung.

 

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin berkisar hingga 31 knot dari arah tenggara menuju barat laut serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.

 

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon secara resmi menutup Operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai apresiasi atas kerja sama dan respons cepat yang berhasil menyelamatkan nyawa seorang nelayan.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *