Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Amboina

Wawali Ely: Jaga Persaudaraan, Tangkal Dini Potensi Konflik di Ambon

5
×

Wawali Ely: Jaga Persaudaraan, Tangkal Dini Potensi Konflik di Ambon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kewaspadaan mendeteksi sejak dini hal-hal yang berpotensi memicu perselisihan. Tujuannya agar suasana damai dan rukun di Kota Ambon tetap terjaga dengan baik.

Ajakan ini disampaikannya saat membuka Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat Lintas Iman dengan tema “Meneguhkan Komitmen Nilai-nilai Persaudaraan Par Ambon Pung Bae”, yang berlangsung di Hotel Golden Place, Selasa (7/7/2026).

Menurut Ely, tema ini bukan sekadar kalimat manis, melainkan panggilan hati untuk merawat keberagaman yang menjadi ciri khas kota ini. “Perbedaan yang ada di Ambon bukan alasan untuk berpisah, melainkan kekuatan besar yang harus kita jaga untuk membangun kota bersama,” ujarnya.

Ia mengingatkan, kedamaian yang dirasakan sekarang bukanlah hal yang datang begitu saja, melainkan hasil kerja keras bersama. Oleh karena itu, suasana damai ini wajib diteruskan kepada anak muda melalui pertemuan dan dialog yang terbuka.

Di era sekarang, tantangan juga datang dari dunia maya, seperti berita bohong, ajakan membenci, hingga paham yang berusaha memecah belah. Di sinilah peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting: menjadi penyejuk, perekat persatuan, serta teladan bagi warga.

“Saya harap kita semua makin erat bekerja sama, lebih cepat saling berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah lewat musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik,” tegasnya.

Pemerintah Kota sendiri berkomitmen membangun Ambon yang adil dan ramah bagi semua orang, sesuai visi “Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”. Hal ini tak lepas dari nilai-nilai warisan leluhur seperti Pela Gandong dan semangat “Ale Rasa Beta Rasa”, serta sikap moderasi dalam beragama.

“Bermoderasi bukan berarti kurang taat beribadah, melainkan cara kita menjaga iman sekaligus hidup rukun dengan sesama,” jelas Ely.

Lewat pertemuan ini, ia berharap lahir gagasan nyata dan kesepakatan bersama, sehingga Ambon tetap menjadi kota yang aman, damai, dan menjadi contoh persatuan bagi daerah lain.(MM10).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *