AMBON, MM. – Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dengan melakukan panen cabai yang ditanam sendiri di halaman rumahnya menggunakan metode polibag. Langkah konkret ini diharapkan menjadi teladan bagi seluruh masyarakat untuk memanfaatkan lahan terbatas di sekitar tempat tinggal untuk budidaya tanaman produktif.
“Beta mengajak mari Basudara semua, manfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Tanam cabai atau tanaman pangan lainnya untuk kebutuhan sendiri,” ajak Wali Kota melalui akun Facebook pribadinya pada Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, penggunaan polibag menjadi solusi efektif bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan. Gerakan menanam cabai di pekarangan tidak hanya menjamin kebutuhan pangan keluarga masing-masing, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam menekan laju inflasi daerah. Pasalnya, cabai merupakan salah satu komoditas yang seringkali menjadi pemicu kenaikan harga di Kota Ambon.
Data resmi dari Pemerintah Kota Ambon mencatat, kebutuhan cabai di wilayah ini mencapai sekitar 1.080 ton per tahun. Namun, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 50 ton per tahun, artinya sebanyak 1.030 ton atau hampir 95% kebutuhan harus dipasok dari luar daerah.
Kondisi ini membuat harga cabai sangat rentan berfluktuasi, terutama saat terjadi gangguan distribusi atau kenaikan harga di wilayah pemasok.
“Kalau setiap rumah tanam, walaupun sedikit, dampaknya akan besar untuk Kota Ambon,” tegas Wattimena.
Untuk mendukung gerakan ini, Pemerintah Kota Ambon juga terus mendorong program urban farming sebagai bagian dari strategi utama dalam menjaga stabilitas harga komoditas dan meningkatkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
Pemerintah berharap, dengan gerakan masif menanam cabai dan tanaman pangan lainnya di pekarangan, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap ke depannya.(MM10)
















