Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
AmboinaHeadlinePendidikan

Wagub Dorong Generasi Maluku Lirik Kampus Pertahanan dan Ambil Peran di Sektor Strategis

6
×

Wagub Dorong Generasi Maluku Lirik Kampus Pertahanan dan Ambil Peran di Sektor Strategis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON,MM. — Momentum wisuda Politeknik Negeri Ambon dimanfaatkan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, untuk menyampaikan pesan strategis kepada generasi muda.

 

Ia mengajak para lulusan dan mahasiswa Maluku agar mulai melirik pendidikan di Universitas Pertahanan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pertahanan dan pembangunan nasional.

 

Dalam sambutannya pada acara wisuda, Kamis (30/4/2026), Vanath menilai bahwa informasi mengenai kampus-kampus strategis seperti Universitas Pertahanan masih belum merata diketahui oleh masyarakat, khususnya di daerah.

 

“Padahal, ini sangat penting bagi masa depan bangsa. Anak-anak Maluku harus berani masuk ke sektor-sektor strategis, termasuk pertahanan,” tegasnya.

 

Pesan Moral: Ilmu Harus Dibayar dengan Pengabdian 

Di hadapan para wisudawan, Vanath menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar pendidikan tidak lepas dari pengorbanan besar orang tua.

 

Ia mengingatkan bahwa toga yang dikenakan para lulusan bukan sekadar simbol akademik, melainkan hasil dari kerja keras keluarga—mulai dari hasil laut hingga komoditas perkebunan seperti pala dan cengkeh.

 

“Ilmu yang kalian dapat harus dibalas dengan rasa hormat kepada orang tua dan diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Ia juga membagikan kisah inspiratif tentang seorang pejabat tinggi kepolisian yang tetap menghormati ibunya dengan cara sederhana, sebagai pengingat bahwa kesuksesan tidak boleh melupakan akar kehidupan.

 

Ketimpangan Anggaran dan Perjuangan Provinsi Kepulauan

Dalam perspektif pembangunan, Vanath menyoroti ketimpangan kebijakan anggaran nasional yang dinilai belum berpihak pada daerah kepulauan seperti Maluku.

Menurutnya, selama ini perhitungan anggaran lebih banyak berbasis luas daratan, padahal Maluku didominasi wilayah laut.

 

“Maluku itu 93 persen laut, hanya 7 persen daratan. Tapi yang dihitung justru daratannya. Ini yang sedang kami perjuangkan,” jelasnya.

 

Ia menyebut bahwa upaya mendorong pengakuan status provinsi kepulauan telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan diharapkan segera dibahas di DPR untuk memberikan keadilan fiskal bagi daerah.

 

Peluang Besar di Blok Masela

Selain isu pendidikan dan kebijakan, Vanath juga menyinggung peluang besar yang akan hadir melalui pengembangan Blok Masela. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya agar tenaga kerja lokal, khususnya lulusan Polnam, mendapat prioritas dalam proyek strategis tersebut.

 

“Kami ingin anak-anak Maluku menjadi tuan di negeri sendiri, bukan hanya penonton,” tegasnya.

 

 

Mengutip arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Vanath menekankan pentingnya industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam.

 

Ia mengkritisi praktik lama yang hanya menjual bahan mentah tanpa nilai tambah, seperti kelapa, pala, dan cengkeh.

 

“Jangan lagi jual bahan mentah. Harus diolah, supaya ada nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

 

Apresiasi untuk Polnam

 

Di akhir sambutannya, Vanath juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Polnam atas dedikasi selama dua periode kepemimpinan, serta memberikan harapan kepada pimpinan baru agar mampu melanjutkan pengembangan kualitas pendidikan vokasi di Maluku.

 

Melalui berbagai pesan strategis tersebut, kehadiran Wakil Gubernur di wisuda Polnam tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga panggilan bagi generasi muda Maluku untuk mengambil peran lebih besar—baik di sektor pertahanan, industri, maupun pembangunan daerah.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *