AMBON,MM. – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, melaporkan bahwa Gini Ratio September 2025 tercatat sebesar 0,273, turun 0,023 poin dibandingkan dengan Maret 2025 yang sebesar 0,296.
“Pada September 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Maluku yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,273. Angka ini turun 0,023 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,296,”ungkapnya.
Penurunan ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk Maluku semakin rendah. Menurutnya, Gini Ratio di daerah perkotaan tercatat sebesar 0,262, turun dibanding Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,276, sementara di daerah perdesaan tercatat sebesar 0,228, turun dibanding Gini Ratio Maret 2025 yang sebesar 0,249.
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 23,87 persen, yang berarti pengeluaran penduduk pada September 2025 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.
Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 25,18 persen dan untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 25,59 persen, yang berarti keduanya tergolong dalam kategori ketimpangan rendah
“Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan penduduk Maluku semakin menurun, dan ini adalah kabar baik bagi pembangunan daerah,” kata Maritje Pattiwaellapia. (MM-3)
—sudah diedit—-depan
















