AMBON, MM. — Kecelakaan kerja di tengah gelombang Laut Banda memaksa seorang kru kapal KLM Sea Safari VI mendapatkan evakuasi medis darurat. Korban mengalami pendarahan saat berupaya menurunkan perahu menggunakan crane, Selasa (13/10/2026) malam.
Menanggapi kondisi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon mengerahkan KN SAR Abimanyu untuk melakukan medical evacuation (medivac) di tengah laut, demi membawa korban ke Ambon agar segera mendapatkan penanganan medis.
Korban diketahui bernama Nafik Ayuba Danurwendo, laki-laki berusia 26 tahun. Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WIT ketika korban sedang menjalankan tugas menurunkan perahu di tengah kondisi gelombang Laut Banda.
Informasi kecelakaan baru diterima Command Centre Basarnas Ambon sekitar pukul 03.00 WIT, Rabu (14/10/2026), setelah agen kapal bernama Paul melaporkan kejadian tersebut sekaligus meminta bantuan evakuasi medis.
KN SAR Abimanyu Dikerahkan ke Tengah Laut
Merespons laporan itu, Command Centre Basarnas Ambon segera berkoordinasi dengan nakhoda KN SAR Abimanyu dan agen kapal untuk menentukan titik temu atau intercept dengan KLM Sea Safari VI.
Setelah titik pertemuan ditentukan, sekitar pukul 04.00 WIT, KN SAR Abimanyu bergerak menuju lokasi kapal yang berada sekitar 55,54 mil laut di sebelah utara Dermaga BRIN Ambon.
Operasi SAR dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi Basarnas Ambon, Andry Azwan Henaulu, S.Kom. Tim melakukan komunikasi radio dengan kapal untuk memastikan posisi terakhir dan mempercepat proses pencarian serta evakuasi.
Andry menjelaskan, koordinasi di tengah laut menjadi bagian penting dalam memastikan KN SAR Abimanyu dapat menemukan kapal yang membutuhkan bantuan.
“Dalam perjalanan menuju Laut Banda, kami melakukan kontak radio dengan KLM Sea Safari guna mengetahui titik koordinat terakhir. Alhamdulillah, pagi tadi sekitar pukul 09.22 WIT KN SAR Abimanyu berhasil menemukan kapal KLM Sea Safari. Selanjutnya, korban dievakuasi ke KN SAR Abimanyu dan dibawa menuju Kota Ambon guna mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Korban Tiba di Ambon, Penumpang Kapal Dipastikan Selamat
Setelah berhasil dipindahkan ke KN SAR Abimanyu, korban mendapatkan pengawasan dari petugas medis Basarnas selama perjalanan menuju Ambon. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi korban tetap stabil hingga tiba di darat.
KN SAR Abimanyu akhirnya sandar di Dermaga BRIN Ambon pada pukul 13.20 WIT, Rabu (14/10/2026). Korban kemudian diserahkan kepada agen kapal untuk selanjutnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Andry menambahkan, KLM Sea Safari VI bertolak dari Ambon pada 8 Oktober 2026 dengan tujuan Banda Neira. Kapal tersebut diawaki 13 orang dan mengangkut 22 penumpang, termasuk sejumlah warga negara asing asal Swiss dan Jerman.
Setelah proses evakuasi selesai, kapal melanjutkan pelayaran menuju Banda Neira untuk kegiatan open sea.
Basarnas memastikan kondisi kapal dan seluruh penumpang dalam keadaan baik sehingga perjalanan dapat dilanjutkan.
Cuaca Menjadi Tantangan Operasi di Laut Banda
Dalam operasi tersebut, tim SAR menghadapi kondisi cuaca berupa kabut, angin tenggara dengan kecepatan 17 knot, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Operasi melibatkan Kepala Seksi Operasi, personel rescue, serta anak buah kapal (ABK) KN SAR Abimanyu.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi bagian dari upaya Basarnas dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan, termasuk ketika bantuan harus menjangkau kapal yang berada puluhan mil laut dari Ambon.
Dengan berhasil dievakuasinya korban dan diserahkannya kepada agen kapal untuk mendapatkan perawatan medis, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. (MM-3)















