Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHeadline

Data Jadi Fondasi Pembangunan

4
×

Data Jadi Fondasi Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. – Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, menegaskan pembangunan daerah membutuhkan data yang berkualitas dan dipahami secara benar. Karena itu, penguatan literasi statistik dan partisipasi masyarakat menjadi kunci menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

 

Penegasan tersebut disampaikan Sadali saat membuka Gebyar Hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2026 dalam rangka Penguatan Literasi Sensus Ekonomi 2026, di Halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Kamis (24/9/2026).

 

Menurut Sadali, HSN tidak sekadar menjadi momentum memperingati perkembangan statistik di Indonesia. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa data merupakan salah satu fondasi penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. “Dalam konteks tersebut, Sensus Ekonomi 2026 memiliki posisi yang sangat strategis. Sensus ini tidak hanya berbicara tentang angka jumlah usaha atau perusahaan, tetapi berupaya memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai struktur dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Sadali.

 

Ia menjelaskan, karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan membuat aktivitas ekonomi tersebar di berbagai wilayah dengan jenis usaha yang beragam. Mulai dari usaha mikro dan kecil, usaha keluarga, perdagangan, jasa, perikanan, pertanian, hingga usaha dan perusahaan berskala besar. Kondisi tersebut, kata Sadali, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan SE 2026 dapat menghasilkan data yang berkualitas dan menggambarkan kondisi ekonomi Maluku secara lebih utuh.

 

“Data berkualitas tidak mungkin dihasilkan hanya oleh satu lembaga,” katanya. Sadali menyebut, kolaborasi diperlukan antara BPS, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, maupun masyarakat yang menjadi responden sensus. Pada titik inilah, lanjutnya, literasi statistik menjadi penting. Literasi statistik tidak hanya menyangkut kemampuan membaca angka, tetapi juga memahami apa yang diukur suatu indikator, bagaimana data dihasilkan, serta bagaimana data tersebut digunakan secara tepat.

 

“Angka statistik, persepsi masyarakat, dan kondisi lapangan perlu dibaca secara bersama-sama. Statistik memberikan gambaran yang terukur, persepsi masyarakat memberikan perspektif mengenai apa yang dirasakan, sedangkan kondisi lapangan menunjukkan realitas yang terjadi,” ujarnya. Ketiganya, menurut Sadali, dapat saling melengkapi dalam membaca berbagai dinamika pembangunan. Pemprov Maluku, lanjutnya, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan SE 2026.

 

Ia meminta seluruh perangkat daerah terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BPS. Kepada pelaku usaha, Sadali mengajak agar menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar. Sedangkan perguruan tinggi dan kalangan akademisi diharapkan turut memperkuat literasi statistik, melakukan kajian berbasis data, serta membantu masyarakat memahami informasi statistik secara objektif.

 

“Karena pada akhirnya, sensus bukan hanya milik BPS. Sensus adalah milik kita bersama,” tegasnya. Ia menambahkan, data hasil sensus akan menjadi bagian penting dalam melihat kondisi perekonomian Maluku ke depan, menentukan arah pembangunan, serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Karena itu, Sadali berharap Gebyar HSN 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya sadar data dan meningkatkan literasi statistik di Maluku.

 

“Semoga kegiatan Gebyar Hari Statistik Nasional Tahun 2026 ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya sadar data dan literasi statistik di Provinsi Maluku,” ujarnya. Menutup sambutannya, Sadali menyampaikan pantun: Ke Pantai Liang menikmati mentari, Indah laut dipandang mata. Satukan data, persepsi, dan realita negeri, Untuk kebijakan yang tepat bagi masyarakat kita.

 

Selanjutnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Sadali secara resmi membuka kegiatan Gebyar HSN Tahun 2026 dalam rangka Penguatan Literasi Sensus Ekonomi 2026.(MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *