Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHeadline

BPS Maluku Perkuat Literasi Statistik, Data Harus Dibaca Melampaui Angka

4
×

BPS Maluku Perkuat Literasi Statistik, Data Harus Dibaca Melampaui Angka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

AMBON, MM. — Data statistik tidak cukup hanya dibaca sebagai deretan angka. Di balik setiap indikator terdapat konteks, perubahan, dan realitas sosial-ekonomi masyarakat yang perlu dipahami secara utuh.

Pesan itu mengemuka dalam forum BERSERI (Berbagi Seputar Data dan Statistik) edisi khusus Hari Statistik Nasional (HSN) dan menyongsong Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku di Ambon, Selasa (22/9/2026).

 

Mengusung tema “Membangun Literasi Statistik” dengan topik “Antara Data, Persepsi dan Realitas Masyarakat”, forum tersebut menjadi ruang bagi BPS untuk memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya membaca, memahami, dan menggunakan data secara tepat.

 

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengatakan BERSERI merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang telah dirintis BPS Maluku sejak Januari 2023.

Menurutnya, BERSERI tidak dirancang sekadar sebagai ruang untuk menyampaikan angka statistik, tetapi menjadi forum dialog agar data yang dihasilkan BPS dapat dipahami secara kontekstual dan dimanfaatkan secara tepat oleh masyarakat.

 

“Melalui BERSERI, kami tidak ingin data berhenti hanya pada angka yang disajikan dalam sebuah rilis. Lebih dari itu, kami ingin membuka ruang dialog dan diskusi agar berbagai indikator statistik yang dihasilkan BPS dapat dipahami secara lebih utuh,” kata Maritje.

 

Data, Persepsi, dan Realitas

 

Maritje menjelaskan, BERSERI digelar secara rutin setiap bulan dengan mengangkat berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi Maluku.

Sejumlah isu yang telah menjadi pembahasan mencakup inflasi, pariwisata, perikanan, industri manufaktur hingga berbagai indikator sosial-ekonomi lainnya.

 

Melalui forum tersebut, BPS tidak hanya menjelaskan apa yang terjadi berdasarkan data, tetapi juga membuka ruang untuk membahas faktor yang memengaruhinya serta makna indikator tersebut bagi pembangunan daerah.

 

Pendekatan ini penting karena angka statistik dapat memberikan gambaran objektif mengenai suatu kondisi, sementara persepsi masyarakat terhadap kondisi tersebut dapat terbentuk dari pengalaman sehari-hari, informasi yang diterima maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

Karena itu, literasi statistik dibutuhkan agar masyarakat mampu memahami perbedaan antara data, persepsi dan realitas, sekaligus menggunakan informasi secara lebih kritis dan proporsional.

 

HSN dan Momentum Sensus Ekonomi 2026

 

Peringatan Hari Statistik Nasional yang diperingati setiap 26 September menjadi momentum bagi BPS untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai peran statistik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembangunan.

 

Maritje menegaskan, BPS bukan hanya lembaga penghasil data, tetapi juga mitra masyarakat dalam menyediakan informasi statistik yang berkualitas, terpercaya dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

 

Momentum HSN tahun ini semakin strategis karena berlangsung beriringan dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui SE2026, pemerintah bersama BPS berupaya memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan karakteristik kegiatan ekonomi di Indonesia.

 

Data yang dikumpulkan diharapkan menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Bagi Maluku, ketersediaan data ekonomi yang akurat menjadi penting untuk membaca struktur dan dinamika perekonomian daerah secara lebih menyeluruh.

Data tersebut dapat membantu menggambarkan aktivitas ekonomi, karakteristik pelaku usaha serta berbagai perkembangan ekonomi yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

 

BPS Ajak Publik Aktif Berdiskusi

 

Dalam forum BERSERI, Maritje mengajak seluruh peserta berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pandangan, pengalaman, pertanyaan maupun gagasan secara terbuka dan konstruktif.

Menurutnya, ruang dialog dibutuhkan agar hubungan antara produsen data dan pengguna data tidak berhenti pada penyampaian informasi satu arah.

 

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, interaktif, dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.

 

Dengan pendekatan tersebut, BERSERI diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin BPS, tetapi berkembang sebagai ruang publik untuk membangun pemahaman bersama mengenai arti penting data statistik bagi masyarakat dan pembangunan Maluku.

Kegiatan BERSERI Edisi Spesial HSN dan SE2026 ditutup dengan pantun yang disampaikan Kepala BPS Maluku: “Ke Ambon membawa buah pala, Singgah sebentar di Kota Ambon.

Terima kasih atas kebersamaan kita, Semoga dialog memberi manfaat dan inspirasi ke depan”.

 

Pantun tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus menegaskan pesan utama forum: data bukan sekadar angka, tetapi instrumen untuk memahami realitas dan menjadi dasar dalam membaca arah pembangunan. (MM-3)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *