AMBON, MM. – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memulai program pembinaan dan pelatihan intensif selama satu bulan penuh guna meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan tempur prajurit dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan laut yang semakin kompleks.
Program yang dikemas dalam Bulan Profesi TNI AL Tahun 2026 itu resmi dibuka Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas, di Dermaga Irian, Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Rabu (3/6/2026).
Pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi dimulainya rangkaian latihan yang akan berlangsung selama empat minggu dan melibatkan prajurit dari berbagai satuan di jajaran Kodaeral IX.
“Pada hari ini, Rabu, 3 Juni 2026 pukul 10.00 WIT, Bulan Profesi TNI AL Kodaeral IX saya nyatakan dibuka,” tegas Hanarko di hadapan peserta latihan.
Mengusung tema “Melalui Bulan Profesi, Prajurit Kodaeral IX Unggul, Modern dan Berintegritas dalam Menjaga Kedaulatan Laut Indonesia”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia TNI AL untuk memastikan setiap personel memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan tantangan operasi maritim saat ini.
Menurut Hanarko, Bulan Profesi bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan program peningkatan kapasitas yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan guna membentuk prajurit yang profesional, tangguh, dan siap melaksanakan berbagai tugas operasi.
Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi TNI AL, khususnya di wilayah kerja Kodaeral IX yang mencakup kawasan strategis Indonesia Timur, terus berkembang dan membutuhkan kesiapan yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
“Keberhasilan pelaksanaan tugas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), tetapi juga oleh kualitas prajurit yang mengawaki, mengoperasikan, memelihara, dan mendukung sistem tersebut,” ujarnya.
Tindak Lanjut Perintah Kasal
Program Bulan Profesi ini juga merupakan implementasi langsung dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme personel serta kesiapan operasional Alutsista TNI AL.
Melalui pelatihan yang berlangsung selama satu bulan penuh, Kodaeral IX berupaya menciptakan standar kompetensi yang merata bagi seluruh prajurit sehingga mampu menjawab kebutuhan operasi laut modern yang semakin menuntut kemampuan teknis dan taktis yang tinggi.
Selama pelaksanaan Bulan Profesi, para peserta akan mengikuti berbagai materi pelatihan yang mencakup aspek teknis, tempur, keselamatan, hingga pemeliharaan Alutsista.
Materi latihan meliputi briefing awal, pendalaman amunisi, prosedur penanganan kegagalan tembak (miss fire), pendalaman anjungan kapal, peperangan dasar, Visit Board Search and Seizure (VBSS), Planned Maintenance System, Banglistra, peperangan modern, penembakan anjungan, menembak senjata, latihan pos tempur, renang militer, halang rintang, ujian tertulis hingga evaluasi akhir.
Rangkaian pelatihan tersebut dirancang untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan individu maupun kemampuan kerja sama tim dalam menghadapi berbagai skenario operasi di laut.
Bangun Kesiapan Operasi Maritim
Pelaksanaan Bulan Profesi dinilai menjadi langkah strategis Kodaeral IX dalam memperkuat kesiapan satuan menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan laut, mulai dari pelanggaran wilayah, kejahatan lintas negara, hingga operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Dengan wilayah kerja yang berada di jalur strategis Indonesia Timur, kesiapan personel dan Alutsista menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan laut nasional.
Upacara pembukaan turut dihadiri Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Dr. Muhammad Risahdi, Kapok Sahli Kodaeral IX, para asisten Komandan Kodaeral IX, Komandan Satrol Kodaeral IX, Sahli C Bidang Teklog, para Komandan KRI dan KAL jajaran Kodaeral IX serta peserta latihan dari berbagai satuan.
Melalui program ini, Kodaeral IX berharap mampu melahirkan prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang andal, tetapi juga berintegritas, profesional dan siap menjaga kedaulatan laut Indonesia di kawasan timur Nusantara.(MM-3)
















