AMBON, MM. — Aktivitas transportasi di Maluku pada Maret 2026 menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Lonjakan jumlah penumpang pesawat dan kapal mengindikasikan meningkatnya mobilitas masyarakat serta mulai bergairahnya aktivitas ekonomi dan perdagangan antarwilayah di provinsi kepulauan tersebut.
Data terbaru mencatat jumlah pesawat yang datang ke Maluku selama Maret 2026 mencapai 760 penerbangan atau meningkat 15,50 persen dibanding Februari 2026 yang tercatat sebanyak 658 penerbangan.
Tak hanya sektor udara, aktivitas transportasi laut juga mengalami peningkatan. Jumlah kunjungan kapal pada Maret 2026 tercatat sebanyak 923 kapal atau naik 12,42 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada jumlah penumpang angkutan udara domestik. Penumpang yang berangkat dari Maluku selama Maret 2026 mencapai 42.613 orang atau meningkat 46,66 persen dibanding Februari yang hanya 29.056 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang datang melalui jalur udara tercatat sebanyak 47.752 orang atau naik 41,98 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 33.634 orang.
Peningkatan mobilitas juga terjadi pada sektor pelayaran. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon mencapai 51.772 orang atau naik sekitar 38,51 persen dibanding Februari 2026.
Di sisi lain, tujuh pelabuhan pengumpul di Maluku bahkan mencatat lonjakan lebih tinggi. Jumlah penumpang kapal yang berangkat mencapai 61.639 orang atau melonjak sekitar 75,45 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama menjelang dan sesudah periode pergerakan musiman yang biasanya memicu tingginya arus perjalanan antarwilayah di Maluku.
Selain pergerakan manusia, aktivitas distribusi barang melalui udara juga mengalami pertumbuhan positif. Volume barang dan bagasi yang dimuat melalui angkutan udara selama Maret 2026 mencapai 661,28 ton atau naik sekitar 38,75 persen dibanding Februari yang tercatat 476,61 ton.
Namun berbeda dengan sektor penumpang, aktivitas distribusi logistik melalui laut justru mengalami penurunan. Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut tercatat 83,29 ribu ton atau turun sekitar 9,44 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara barang yang dibongkar melalui angkutan laut juga turun sekitar 1,63 persen menjadi 194,81 ribu ton dibanding Februari yang mencapai 198,05 ribu ton.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya diikuti peningkatan distribusi logistik laut.
Meski demikian, tingginya arus penumpang udara dan laut menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan, jasa transportasi, pariwisata, dan aktivitas usaha masyarakat di Maluku.(MM-3)
















